- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/11/2015

Presiden Jokowi Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VII Desember

lintasmaduranews - Perekonomian Indoneisa menjadi perhatian khusus di masa Pemerintahan Jokowi-JK ini, sudah beberapa kali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, mulai jilid I hingga jilid VII yang rencananya akan dikeuarkan pada minggu pertama bulan Desember 2015 mendatang.

"Ya Minggu pertama Desember akan ada lagi (paket kebijakan ekonomi)," Kata Presiden Jokowi di Jakarta Convention Center, Kamis (26/112015).

Saat ditanya terkait penilaian para pengamat bahwa paket kebijakan selanjutnya lebih fokus kepada daya daya beli masyarakat dengan menurunkan harga bahan bakar minya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa menurunkan harga minyak bukan satu-satunya jalan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Daya beli itu tidak hanya masalah BBM. (Harga) BBM pun kemarin sudah kami turunkan, solar sudah, avtur sudah," katanya.

Jokowi lantas meminta agar media bertanya soal evaluasi paket kebijakan ekonomi I hingga VI kepada masyarakat dan pengusaha, alih-alih kepada pemerintah.

"Yang kurang apa. Nanti kami perbaiki. Mestinya seperti itu. Yang jelas, kami tiap ada paket yang keluar pasti akan saya dorong PP-nya segera bisa dilaksanakan, diimplementasikan," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menolak jika dikatakan bahwa paket kebijakan hanya dipahami di tingkat menteri saja. "Yang membuat Peraturan Menteri (Permen), yang membuat Peraturan Presiden (Perpres), dan Peraturan Pemerintah (PP) itu eselon I dan II kok, jadi mereka pasti tahu lah," katanya.

Bisnis Inovasi

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menekankan pentingnya bagi pengusaha untuk terus melakukan inovasi dalam bisnisnya. Salah satu yang secara khusus disorotinya adalah semakin maraknya pertumbuhan bisnis berbasis digital di Indonesia.

“Potensi pertumbuhan bisnis digital di Indonesia mencapai angka US$ 13 miliar.Pada 2020, diperkirakan akan tumbuh sampai US$ 130 miliar. Loncatan yang sangat besar sekali, tapi kalau ini tidak digarap secara baik, yang dapat manfaat adalah yang dari luar yang masuk," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjamin bahwa pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Ekonomi Kreatif, bertugas untuk mendorong dan memberikan suntikan serta dukungan kepada bisnis model itu.

"Ini sebuah kekuatan besar, kalau yang innovation-based betul-betul bisa kita suntik, push agar mereka bisa meloncat dan menguasai," katanya.

Sumber : CNN