- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/11/2015

Resiko Spa Miss V

lintasmaduranews - Beberapa tahun belakangan ini, perawatan spa untuk daerah pribadi wanita kian marak ditawarkan. Perhatikan saja di sepanjang jalan, banyak salon kecantikan atau klinik yang menawarkan perawatan organ intim wanita yang satu ini.

Konon, spa Miss V bermanfaat untuk mengatasi beberapa masalah organ intim seperti keputihan, bahkan ada yang mengklaim kalau bisa mengencangkan kembali otot-otot Miss V.

Lalu apakah spa vagina ini benar-benar bemanfaat, atau malah penuh risiko?

Apakah benar, spa Miss V bermanfaat dan patut dilakukan khususnya bagi perempuan yang sudah menikah?

“Miss V itu bukan daerah steril yang nggak ada kumannya, daerah itu pasti ada kumannya. Namun, kuman dalam vagina itu ada kuman yang baik, yang bisa menjaga PH. Supaya bisa menjaga tingkat keasaaman, sehingga bisa cocok untuk kuman yang baik tetap hidup,” kata dr Yusfa.

Jadi, menurut dia, melakukan pembersihan secara masif, apalagi kalau dilakukan sampai berulang kali, tentu saja akan menyebabkan flora normal Miss V akan mati. Pertahanannya akan lemah, sehingga kuman apapun bisa merajalela di sana. Tidak hanya kuman yang baik saja yang akan hidup, tapi kuman yang jelek pun bisa masuk dan hidup.

Dengan demikian, apakah spa vagina justru berbahaya atau memiliki banyak risiko?

“Apabila memang merasa sudah ada keluhan, seperti keputihan, bau, atau gatal, bisa dilakukakan irigasi. Yaitu, memasukkan cairan fisiologis, untuk membersihkan vagina. Istilah dalam medis memang irigasi,” tuturnya.

Caranya, kata dia, Miss V akan disemprotkan cairan alami, bisasanya NaCl, untuk mengirigasi atau merontokkan kuman-kuman yang ada di dinding vagina. Kuman yang tidak baik tersebut akan rontok kemudian baru akan dikasih obat. Setelah itu flora normal vagina bisa tumbuh kembali.

Banyak yang mengklaim atau percaya bahwa spa organ kewanitaan bisa membantu mengencangkan otot Miss V. Benarkah?

Menurut dr Yusfa, perawatan mukosa ini berbeda dengan perawatan otot, yang diasumsikan banyak ibu-ibu ini sebenarnya perawatan untuk otot pelvis, mengencangkan otot-otot Miss V, sehingga daya cengkeramnya makin kuat. Ini sebenarnya perlu dilatih dengan senam, bukan dengan spa Miss V. Jadi, kalau katanya spa Miss V ini bisa mengencangkan otot Miss V, sebenarnya tidak benar.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa spa Miss V ini tidak ada manfaatnya?

“Spa semacam ini tidak ada tujuannya. Ya, kalau memang tujuannya untuk menguatkan otot-otat vagina, tentu saja tidak bisa. Kalau untuk mempercantik Miss V, juga tidak. Paling tujuannya hanya sebatas untuk membersihkan Miss V saja,” kata dr Yusfa.

Membersihkan pun, lanjut dia, sebenarnya tidak perlu dilakukan secara masif, sampai setengah jam bahkan satu jam.

“Kalau saya sendiri melihat dengan bertebaran spa ini, saya tidak tahu tujuannya apa. Dan apakah spa Miss V tersebut dilakukan pada organ kewanitaan sehat atau yang sakit,” katanya.

Sebenarnya apa saja indikator untuk mengetahui kondisi Miss V sehat atau tidak?

Menurut dr Yusfa, pertama bisa dilihat apakah sering mengalami keputihan atau tidak, apakah berbau, gatal, atau panas. Kemudian apakah sering buang air kecil dan mengalami rasa panas di panggul.

“Biasanya kalau Miss V tidak sehat, suami juga akan komplein karena akan berbau amis. Nah, kalau memang kondisinya baik-baik saja, kondisi vagina sehat tidak ada yang mengganggu, ya, buat apa perawatan Miss V?” katanya.

“Apabila dilakukan pada spa Miss V sakit, yang banyak keputihan, gatal, bau, jika digurah atau dihangatkan justru akan membuat tambah infeksi. Untuk kondisi seperti ini memang perlu diirigasi, dibersihkan secara benar. Contohnya begini, apabila di mulut kita ada sariawan, tentu cara mengobatinya perlu kumur-kumur dengan cairan tertentu yang benar. Lamanya juga tertentu, tidak bisa lama-lama. Begitu juga dengan vagina,” katanya.

Bagaimana dengan antiseptik atau ph balance yang dijual di pasaran, apakah memang bermanfaat?

“Kalau antiseptik, berarti sudah terinfeksi. Sedangkan kalau ph balance itu buat perawatan sehari-hari,” tutur dr Yusfa.

Sementara dalam perawatan spa Miss V, organ kewanitaan akan dibersihkan secara masif, dibersihkan selama 30 menit hingga satu jam. Padahal, menurut dr Yusfa, untuk membersihkan vagina, seharusnya cukup dilakukan selama lima menit.

Apa saja kerugiannya apabila organ kewanitaan dibersihkan secara masif?

Kerugiannya adalah, pertama tentu saja bisa membuat flora normal atau keseimbangan habitat alaminya akan terganggu, bisa juga terjadi iritasi pada mukosa Miss V. Mukosa organ ini bukan kulit. Kalau kulit muka itu kan bisa dirawat dengan berbagai krim atau obat, kalau mukosa tidak bisa seperti itu. Mukosa sangat sensitif. Jadi, tidak bisa sembarangan.