- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/11/2015

Semalam di Madura Rayakan Hari Jadi Pamekasan ke-485

lintasmaduranews - Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii, resmi membuka pagelaran Semalam di Madura ditandai dengan pukulan rabana, di area Monumen Arek Lancor, Sabtu (31/10/2015) malam.
Perayaan Semalam di Madura dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan ke-485, melibatkan empat kabupaten di Madura, mulai Kabupaten Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan sendiri.
“Pagelaran Semalam di Madura kali ini, beda dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dari segi konten, isi, juga berbeda,” kata Syafii dalam sambutannya, Sabtu (31/10/2015).
Tema yang diusung dalam perayaan semalam di Madura tersebut, yakni “Madura Art and Culture Diversity” yang berarti Keragaman Seni dan Budaya Madura.
“Dari masing-masing kabupaten itu nanti akan menampilkan corak (kesenian),” tuturnya.
Sebagaimana dilansir media madura, ribuan masyarakat datang berjubel menyaksikan malam penutupan hari jadi Kabupaten Pamekasan, tampak sangat bahagia. Pasalnya, ratusan kembang api dan lampion mewarnai pesta rakyat Madura malam ini.
Bahkan, sepanjang pegelaran Semalam di Madura, masyarakat Kota Gerbang Salam maupun luar Madura serta wisatawan dari mancanegera akan disugukan sejumlah penampilan tari-tarian tradisional.
Salah satunya Teri Belijjeh asli Kota Pamekasan memuat budaya keseharian masarakat Madura, dan memukau para penonton.
Pelatih tarian tersebut, Elies Mei Yuliana (30) mengatakan, tarian tersebut merupakan tarian baru yang sengaja dipentaskan pada perayaan Semalam di Madura.
“Ini baru sekarang dipentaskan mas, alhamdulillah lancar tanpa kendala,” katanya, Sabtu (31/10/2015) malam.
Warga Jalan Veteren ini mengaku melakukan persiapan tarian yang diakuinya baru itu sebulan lamanya, mulai dari tata rias sampai ke formasi di panggung.
“Ini persiapannya cukup lama mas, sekitar satu bulan,” tambahnya.
Guru SMAN 2 ini mengharap tarian ini dapatnya diakui menjadi salah satu kekeyaan pulau Madura karena dalam tarian tersebut menggambarkan perjuangan kehidupan pedagang tradisional di Madura.
Selain tari-tarian, sejumlah “dhemar korong” atau lampion juga menghiasi perayaan tersebut. Dhemar korang dilepas saat Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, membuka acara Semalam di Madura, Sabtu (31/10/2015) malam di Monumen Arek Lancor.