- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/11/2015

TNI Tangkap 3 Nelayan Bawa Bom di Perairan Sapangkor Sapeken

lintasmaduranews - Pasukan TNI Angkatan Laut dari Kesatuan Batu Poron, Bangkalan, Madura, Jawa Timur menangkap tiga nelayan asal Kepulauan Sapeken, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Rabu (25/11/2015).

Mereka membawa dan menggunakan bom ikan atau bondet pada saat menangkap ikan di perairan Sapangkor, Sapeken.

Ketiganya yakni Kida, Sudarsono dan Madsuri, bersama barang bukti bondet dan perahu yang digunakan mereka untuk menangkap ikan dengan bahan peledak kini diamankan di Markas TNI AL Batu Poron.
Mereka langsung diperiksa.

Penangkapan ketiga nelayan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Perlindungan Usaha Perikanan Dinas kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, Nur Rachman, yang saat itu bersama-sama TNI AL menggelar operasi terpadu dengan Danpos Kamladu (keamanan laut terpadu) TNI AL Batuporon, serta Pokmas perikanan Sapeken dan Arjasa.

"Kami memang rutin menggelar operasi terpadu, dan tadi siang menemukan perahu nelayan yang mecurigakan. Dan setelah didekati ternyata betul mereka ternyata sedang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bondet," ujar Nur Rachman yang bertindak sebagai juru bicara tim operasi terpadu, Rabu (25/11/2015).

Karena menyangkut bahan peledak, maka ketiganya ditangani langaung oleh TNI AL Batuporon Bangkalan.

"Sekarang masih diperiksa mas, termasuk bahan peledaknya kini sedang diteliti oleh pangkalan TNI AL. Karena itu barang berbahaya dan tentu juga dibongkar darimana saja bahan peledak itu didapat. Serta hulu ledaknya seperti apa ? Itu bukan kewenangan saya," imbuhnya.

Ditambahkan, tujuan dari operasi laut terpadu, untuk menekan terjadinya pelanggaran laut yang akan membahayakan terhadap biota laut.

Personel Operasi Laut Terpadu melibatkan tiga orang dari Pokmaswas Sapeken, satu orang Pokmaswas Arjasa, dan sebanyak tiga orang dari DInas Keluyan dan Perikanan Kabupaten Sumenep dan personel serta Danpos Kamladu TNI AL Batuporon, Kamal Bangkalan Madura.