- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/11/2015

Walau Banyak Cibiran, P4M Tetap Deklarasikan Madura sebagai Provinsi

lintasmaduranews - Walaupun menuai banyak cibiran dan penolakan dari berbagai kalangan, Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) tetap mendeklarasikan Madura menjadi provinsi di gedung Rato Ebhuh jalan Ahmad Yani Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (10/11/2015).

Salah satu yang santer menyuarakan penolakan terhadap gagasan deklarasi Provinsi Madura adalah Front Pemuda Madura Kepulauan (FP-MK). Bahkan FP-MK mengaku siap berdialog secara terbuka dan sehat tentang wacana Provinsi Madura dengan P4M. Karena FP-MK menilai harus ada persiapan yang matang dan panjang untuk mewujudkan Madura sebagai provinsi baru, mengingat rata-rata Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madura masih di angka 6,2 dari rata-rata IPM Kabupaten/ Kota Jawa Timur yang mencapai angka 7,2.

Belum lagi beberapa Pemerintah Kabupaten tidak dilibatkan dalam deklarasasi tersebut. Pemerintah Kabupaten Pamekasan menanggapi biasa-biasa saja tentang gagasan tersebut. Bahkan, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii menduga pelaksanaan deklarasi Provinsi Madura hanya sebatas mendeklarasikan panitia pembentukannya saja mengingat pihaknya sama sekali tidak dilibatkan.

Terlepas dari semua cibiran dan penolakan tersebut, P4M tetap mendeklarasikan Madura sebagai Provinsi baru, tentunya dengan berbagai pertimbangan yang diklaimnya telah mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan di Madura.

“Lebih baik berkalang tanah daripada Madura tidak menjadi provinsi,” ujar sekretaris P4m, Jimhur Saros berapi-api.

Dalam pidatonya, Jimhur mengajak untuk menggalang persatuan dan kesatuan termasuk mohon doa restu para ulama, kiai dan tokoh masyarakat, agar Madura secepatnya menjadi Provinsi.

“Salam settong dere, orang Madura harus wujudkan keinginan luhur menjadi Provinsi,” ucapnya.

Sementara humas P4M, Moh Sarbini mengatakan gaung Madura menjadi Provinsi sudah sampai di tingkat nasional. Bahkan diakuinya hal itu telah membuat peta politik menjadi pecah, namun yang pro Madura menjadi Provinsi diklaim lebih dominan.

“Dinamika semacam itu wajar untuk perubahan. Perjuangan perlu usaha yang keras dan pengorbanan,” tukasnya.

Disaksikan puluhan kiai, ulama dan tokoh masyakat, acara deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi Madura menjadi provinsi. Terakhir, dengan bergandengan tangan panitia membacakan ikrar deklarasi Madura menjadi Provinsi. (mediamadura)