- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/11/2015

Walaupun P4M Mendeklarasikan, Madura Belum Menjadi Provinsi

lintasmaduranews - Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) telah mendeklarasikan Madura sebagai Provinsi, namun  tidak lantas Madura menjadi provinsi dan terpisah dari Jawa Timur karena Madura untuk dijadikan provinsi masih belum cukup syarat.

Sejumlah persyarat yang telah diamanatkan dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia, nomor 78 tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah. Pada pasal 5 ayat 1) Syarat administratif pembentukan daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) meliputi:

a. Keputusan masing-masing DPRD kabupaten/kota yang akan menjadi cakupan wilayah calon provinsi tentang persetujuan pembentukan calon provinsi berdasarkan hasil Rapat Paripurna.

b. Keputusan bupati/walikota ditetapkan dengan keputusan bersama bupati/walikota wilayah calon provinsi tentang persetujuan pembentukan calon provinsi.

c. Keputusan DPRD provinsi induk tentang persetujuan pembentukan calon provinsi berdasarkan hasil Rapat Paripurna.

d. Keputusan gubernur tentang persetujuan pembentukan calon provinsi dan Rekomendasi Menteri.

Selain itu, pada ayat 4) juga disebutkan, Keputusan DPRD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berdasarkan aspirasi sebagian besar masyarakat setempat yang dituangkan dalam keputusan DPRD kabupaten/kota yang akan menjadi cakupan wilayah calon provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

dalam pasal 8 huruf a, pembentukan provinsi paling sedikit 5 (lima) kabupaten/kota. Sementara saat ini di Madura masih 4 Kabupaten.

Dilansi media madura, Rabu (11/11/2015), Sekjen P4M, Jimhur Saros mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan uji materi peraturan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Materi gugatannya yaki perubahan pasal 8 huruf a, dimana pembentukan provinsi sudah diatur paling sedikit 5 kabupaten/kota.

“Kami akan mengajukan permohonan agar MK meninjau kembali aturan menjadi provinsi harus terdiri 5 kabupaten menjadi 4 kabupaten dan 1 kota Madya,” tegasnya.(mediamadura)