- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/11/2015

Warga Kangean Tolak Usulan Kepala BNN

lintasmaduranews - Warga Kepulauan Kangean Sumenep, Madura, Jawa Timur, menolak rencana Badan Narkotika Nasional (BNN) yang akan menjadikan pulau tersebut dibangun penjara untuk bandar narkoba kelas kakap.

Penolakan tersebut dari LSM  Bersatu Kepulauan. LSM ini menilai perairan kepaulaun Kangean merupakan lintasan trategis bagi kapal-kapal besar yang hendak menuju kepulauan lain di Indonesia. Dengan demikian mudah dijadikan singgahan untuk peredaran narkoba.

“Melalui perairan pulau ini juga kapal-kapal besar selalu melintas, hususnya yang akan menuju Sulawesi dan Kalimantan,” kata Ketua LSM Bersatu Kepulauan, Rahman, Jumat (27/11/2015).

Rahman mengaku akan mengumpulkan tanda tangan sejumlah tokoh masyarakat di pulau Kangean tersebut, untuk melakukan penolakan secara resmi, termasuk juga akan segera berkoordinasi dengan DPRD Asal Kepulauan.

Hal senada diungkapkan Hidayatur Rahman, warga Desa Kalisangka Kecamatan Arjasa, Meskipun di pulau Kangean ada bekas lapas yang memang milik Negara, namun jika harus ditempati bandar narkoba warga masih belum siap.

“Tolong ditinjau ulang sebelum benar-benar terlaksana, apalagi kalau disekelilingnya ada buaya, kami jadi takut,” ungkapnya.

Selama ini ketika ada penangkapan kasus narkoba di pulau Kangean, warga sudah merasa risih, karena dinilai menggangu tatanan sosial warga setempat, sehingga warga dinilai tidak siap dengan akan dibangunya lapas husus bandar narkoba disana.

“Nama narkoba tidak terlalu bagus untuk pulau Kangean, walaupun itu lapas,” sindirnya.

Penolakan tersebut berangkat dari usulan Pimpinan BNN pusat yang mengingkan Kepulauan Kangean akan dijadikan pusati penjara bandar narkoba.