- - - -
Facebook  Twitter  Google+

15/12/2015

Ancam Bunuh Saksi Paslon 2, Kades Banresep Dilaporkan ke Polres Sumenep

lintasmaduranews - Saksi pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep nomor urut 2, Syaiful, melaporkan ancaman Kepala Desa Kades Banresep, Sukirno, ke Polres Sumenep.

Ancaman diduga buntut dari sikap Syaiful yang menolak menanda tangani berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi suara PPK Lenteng baru-baru ini.

“Jadi, klien saya ini sudah merasa diancam akan dibunuh oleh Kades Banresep, karena pada saat rekapitulasi di PPK Lenteng klien kami menolak bertanda tangan,” terang Kuasa Hukum paslon 2, M. Ma’ruf Syah saat mendampingi Syaiful ke Mapolres Sumenep, Senin (14/12/2015).

Dia juga menyampaikan, apa yang dilakukan Kades Banresep, Sukirno sudah masuk ranah pidana. Disamping itu, sebagai pejabat negara mestinya ia tidak terlibat dengan politik yang tidak netral.

“Oleh karena teror dan ancaman sudah masuk pidana, maka kami melaporkan persoalan ini ke Polres Sumenep, kami juga menyayangkan sikap Kades yang tidak netral pada Pilkada Sumenep ini,” katanya.

Informasi yang diterima mediamadura.com, ikhwal penolakan saksi paslon dua pada pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara PPK Lenteng lantaran adanya dugaan kecurangan pada dua TPS di Desa Banresep karena tingkat kehadirannya yang mencapai 100 persen.

Saat ini, kasus teror dan ancaman pembunuhan tengah dalam penanganan Mapolres Sumenep, dan sejumlah saksi telah dipanggil guna dimintai keterangan terkait kasus tersebut.