- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/12/2015

BK DPRD Sumenep Bahas Anggotanya yang Tidak Bisa Bekerja Utuh

lintasmaduranews - Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep menggelar rapat internal menyikapi laporan masyarakat terhadap Jonaidi, anggota DPRD asal Partai Gerindra yang tidak bisa melaksanakan tugas secara utuh karena sakit yang dideritanya.

"Kami telah menggelar rapat internal, membahas laporan tentang Jonaidi yang sudah beberapa waktu tidak bisa melaksanakan tugas secara utuh sebagai anggota DPRD Sumenep," kata Ketua BK DPRD Sumenep, Moh. Ruqi Abdillah, Senin (07/12/15).

Menurutnya, berdasarkan hasil rapat internal BK, ketidakmampuan Jonaidi melaksanakan tugas secara utuh sebagai anggota DPRD, dikategorikan berhalangan tetap, sehingga mengarah pada pergantian antar waktu (PAW).

"Tetapi prosedurnya tidak langsung memutuskan PAW. Kami dari BK akan mendatangi rumah Jonaidi untuk memberikan teguran secara lisan. Setelah itu, akan disusulkan teguran secara tertulis, termasuk pemberitahuan ke partainya jika hal itu sudah mengarah ke PAW," ujarnya.

Selanjutnya, imbuh Ruqi, terserah partai akan melakukan langkah apa terhadap anggotanya yang dinyatakan berhalangan tetap oleh BK. "Tetapi kalau sampai 30 hari sejak pemberitahuan tertulis itu kami layangkan tidak ada tanggapan serius dari partai, maka BK berhak menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang dilanggar," terangnya.

Ia memaparkan, dalam tata tertib DPRD Sumenep disebutkan, anggota DPRD harus bisa melaksanakan tugas secara penuh. Diantaranya menghadiri rapat paripurna, rapat dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), budgeting, pengawasan, dan legislasi.

"Yang bersangkutan ini beberapa kali tidak hadir dalam rapat paripurna, rapat dengan SKPD, tidak mengikuti kunjungan kerja, serta beberapa hal lain yang menyangkut tugas kedewanan. Karena itu, kami dari BK menyimpulkan bahwa yang bersangkutan masuk dalam kategori berhalangan tetap," paparnya.

Ia menambahkan, BK sebenarnya telah melayangkan surat ke Jonaidi sebanyak dua kali, meminta untuk hadir dalam 'medical check' di RSD dr. H. Moh Anwar Sumenep. "Medical check itu untuk mengetahui secara medis, sejauh mana sakit yang diderita Jonaidi. Karena yang bisa mengetahui sakitnya seperti apa kan dokter. Sayangnya panggilan kami tidak diindahkan," ungkapnya. (beritajatim)