- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/12/2015

Dinas Pendidikan Sumenep Tahan Dana Monev DPKS, Ini Buktinya

lintasmaduranews - Pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menahan dana monitoring evaluasi (Monev) untuk Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) selama dua tahun. Hal itu diketahui setelah Diknas menyerahkan format pencairan anggaran tahun 2015, Selasa (22/12/2015).

Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Firdaus mengaku menemukan Rencana Kerja dan Anggaran Diknas tahun 2014 dan tahun 2015. Saat itu terttera lembaganya mendapatkan dan Monev, namun selama dua tahun pihaknya tidak menerima dan Monev.

"Atas temuan itu, maka kami pun menggelar rapat dengan seluruh anggota Komisioner DPKS. Dan hasinya ternyata lembaga kami tak pernah terima dana tersebut," beber Firdaus.

Dalam rapat tersebut memutuskan, pihaknya akan menanyakan dana Monev RKA Diknas tahun 2014 dan tahun 2015. Setelah ke Diknas, benar bahwa dana tersebut memang ada dalam mata anggaran Diknastahun 2014 dan tahun 2015, tetapi lembaga DPKS tidak pernah menerima dana itu.

"Itu yang baru kami temukan di sua tahun tersebut, tidak tahu juga tahun-tahun sebelumnya," tambah Firdaus.

Sejak kasus itu mencuat, pejabat Diknas tiba-tiba mendatangi Kantor Dewan Pendidikan dan meminta untuk meng-SPJ-kan kegiatan Monev.

"Kami menolak untuk meng-SPJ-kan dan tersebut karena kami memang belum pernah menerima dana tersebut," tegasnya.

Dalam lembaran peng-SPJ-an dana Monev disebutkan, pada tahun 2014 anggarannya Rp.6 juta yang diperuntukkan bagi 8 orang Komisioner (ninPNS/PHL) untuk 10 lokasi monitoring. Sedangkan untuk tahun 2015, dana Monev sebesar Rp. 8 juta untuk 8 orang khusus 15 lokasi monitoring.

"Aneh, Diknas baru mengajukan peng-SPJ-an untuk dicairkan ke Dewan Pendidikan setelah kami menemukan RKA-nya. Bagaimana jika itu tidak kami temukan?" tanyanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Sadik idak bisa menanggapi hal tersebut  karena saat dihubungi via telelepon mengaku sedang rapat dengan Sekda.

"Mohon maa, saya sedang rapat dengan Sekda. Kalau khsusu itu sudah selesai mas, dan kami telah mengutus staf ke DPKS untuk menyelesaikan masalah tersebut," katanya.

Sumber : Surya