- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/12/2015

Gus Solah Sindir JK Soal Pembangunan Museum Hasyim Asyari

lintasmaduranews - Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang KH Salahudin Wahid sempat menyindir Wapres Jusuf Kalla dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sabtu (26/12/2015) malam. Sindiran itu terkait pembangunan Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari yang sampai saat ini belum rampung.

"Mungkin Bapak Jusuf Kalla lupa tahun 2009 ketika kampanye di Tebu Ireng, waktu itu bapak meletakkan juga batu pertama untuk Museum Hasyim Asyari kira-kira 10 meter dari tempat duduk bapak saat ini," kata Gus Solah dalam sambutannya.

Kalimat Gus Solah itu sontak membuat tamu undangan bertepuk tangan. Menurut Gus Solah, pembangunan Museum Hasyim Asyari yang dimulai pertengahan 2014 di lingkungan Ponpes Tebu Ireng sampai saat ini masih terdapat sejumlah kekurangan. Salah satunya fasilitas musala dan kios untuk para pedagang kaki lima.

"Untuk itu kami mohon proyek ini menjadi prioritas pemerintah sehingga tahun depan Museum Hasyim Asyari bisa diresmikan," ujarnya.

Dalam sambutannya, adik kandung Presiden ke-4 RI ini juga menjelaskan pentingnya keberadaan Museum Hasyim Asyari. Selain menunjang wisata religi makam keluarga Gus Dur, menurut dia, museum Islam Nusantara itu akan menyuguhkan berbagai informasi sejarah ajaran Islam masuk ke Indonesia. Salah satunya atas peran pesantren yang sudah ada di tanah air sejak sekitar 1.000 tahun lalu.

"Kita sampaikan juga (di museum) bagaimana para kiai, santri, umat Islam bersama unsur bangsa yang lain berjuang merebut kemerdekaan," ungkapnya.

Gus Solah menegaskan, jika informasi tersebut sampai ke masyarakat luas bakal mematahkan ajaran yang skeptis terhadap konsep negara Indonesia yang berasaskan Pancasila. Menurut dia, Pancasila justru merupakan implementasi dari syariat Islam.

"Kalau ini kita sampaikan ke masyarakat, tujuannya membantah pendapat sejumlah orang, misalkan Abubakar Baasyir dan kawan-kawan, Hizbut Tahrir Indonesia yang mengatakan bahwa negara berdasar Pancasila tak sesuai dengan ajaran Islam, itu tidak benar. Para kiai saat itu menyetujui sepenuhnya (konsep Pancasila). Apalagi kita sudah menerima Pancasila pada tahun 1984," tegasnya.

Haul ke-6 Gus Dur yang dipusatkan di Ponpes Tebu Ireng Jombang dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Salah satu kiai sepuh NU dari Rembang, Jawa Tengah Maimun Zubair atau Mbah Moen hadir dalam acara tersebut. Selain itu, nampak hadir Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Alwi Shihab, Nusron Wahid, Romahurmuziy, Kapolda Jatim, serta Pangdam V Brawijaya.

Sumber : detik.com