- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/12/2015

Kader Golkar Berkelahi di Gedung DPRD Sumenep

lintasmaduranews - Pecahnya Partai Golkar di Pusat berimbas negatif kepada kader Partai Golkar di daerah. Salah satunya kepada kader Partai Golkar di Sumenep yang menjadi anggota DPRD Sumenep.

Instruksi dari DPP Partai Golkar dari kubu Abu Rizal Bakri (ARB) harus dilakukan penertiban di kepengurusan partai Golkar. Sehingga dengan adanya surat tersebut AF Hari Ponto di PAW dari kepengurusan Partai Golkar, karena dia berada di kubu Agung Laksono.

Namun penertiban tersebut tidak hanya dilakukan di tubuh pengurus DPD Partai Golkar, bahkan AF. Hari Ponto juga dibehentikan dari Partai Golkar DPRD Sumenep. Merasa tidak terima dengan hal itu dan prediksi akan berujung kepada jabatannya sebagai anggota DPRD Sumenep, AF Hari Ponto langsung berbicara dengan Ketua Partai Golkar Iwan Budiharto, dan akhirnya terjadinya aksi pemukulan.

Syaiful Bahri, saksi peristiwa ini menyebut Ponto semula berada di ruangan Fraksi PAN berbincang-bincang dengan anggota Dewan dari PAN.Setelah itu, Ponto keluar ruangan, lalu berpapasan dengan Iwan.

"Tiba-tiba pukulan melayang ke wajah Iwan mengenai mulut hingga bibirnya pecah dan darah segar mengucur," terang Syaiful Bahri.

Peristiwa ini tentu membuat suasana gedung dewan geger. Saat itupula Iwan segera dilarikan ke rumah sakit dr H Moh Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis. Di sini, ia harus dijahit karena pukulan tadi membuat bibir bawahnya luka sepanjang 10 centimeter.

"Luka robek di bibir kanan bawah, dan untuk menyetop keluarnya darah, ya harus dijahit," ujar salah seorang perawat rumah sakit.

Belum diketahui penyebab pasti peristiwa ini. Kendati demikian, ada dugaan bahwa pemukulan ni imbas dari surat ke Ketua DPRD Sumenep yang isinya menyebutkan bahwa Ahmad Fajar Hari Ponto dikeluarkan dari Fraksi Golkar.

Sekadar diketahui, Iwan dan Ponto berada di dua kubu Golkar yang berbeda. Iwan masuk ke dalam kubu Aburizal Bakrie dan menjabat sebagai Ketua DPD Golkar, sementara Ponto masuk ke dalam kubu Agung Laksono.

"Hanya saja dalam surat yang disampaikan ke ketua itu tidak ada tandatangan sekretaris fraksi Golkar yang dijabat Ponto. Sehingga kemudian dari situlah memunculkan ketegangan antara kedua belah pihak,’’ ujar sumber di gedung dewan yang minta namanya tidak dikorankan.

Sebagaimana dilansir surya, Iwan saat menjalani perawatan di rumah sakit mengaku terkejut dengan sikap kasar Ponto, dan tak sempat mengelak karena pukulan itu begitu cepat mendarat di wajahnya.

"Dia memanggil saya, dan mengatakan, 'Saya kan sudah di PAW, kog di fraksi diberhentikan juga.' Bersamaan dengan itu tangannya sudah memukul saya," kata Iwan terbata-bata karena bibirnya dijahit.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kasubag Humas, AKP Hasanuddin, mengaku hingga sore hari, korban pemukulan, Iwan Budianto belum melaporkan ke Polres Sumenep.

"Hingga saat ini kasus itu belum masuk ke Polres. Maaf saya lagi rapat, nanti kalau ada, akan saya sampaikan ke kawan-kawan," ujar Hasanuddin singkat.