- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/12/2015

Kader Golkar di Sumenep Saling Lapor, Sama-sama Mengaku Dianiaya

lintasmaduranews - Kasus pemukulan Iwan Budiarto (Ketua DPD Golkar Sumenep kubu Aburizal Bakrie) oleh Ahmad Fajar Hari Ponto (kader Partai Golkar kubu Agung Laksono), terus berlanjut.

Iwan Budianto melaporkan kasus pemukulan yang menyebabkan bibirnya pecah hingga harus dijahit, ke Polres Sumenep, Senin (30/11/2015) malam.
Sebaliknya, Ahmad Fajar Hari Ponto juga melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep.

Ahmad Fajar Hari Ponto melapor lebih dulu, ke unit Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Resor Sumenep, disusul kemudian lawannya.

Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kasubag Humas, AKP Hasanuddin membenarkan kedua belah pihak sama-sama melaporkan ke Polres Sumenep, dengan tuduhan yang sama yakni melaporkan dugaan penganiayaan.

"Laporan ke kami tidak hanya dari saudara Iwan Budiarto tetapi juga laporan dari Ahmad Fajar Hari Ponto. Keduanya sama-sama melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya,’’ ujar Hasanudin.

Hasanuddin menyatakan, Polres Sumenep tentu akan menindaklanjuti semua laporan yang masuk ke polisi.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil para pihak, terutama masing-masing terlapor dan beberapa saksi.

"Tentu saja, sebagai aparat penegak hukum, kami akan segera menindaklanjuti sesuai dengan perundang-undangan yang ada,’’ tegas mantan Kapolsek Manding itu.

Di lain pihak, Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep menegaskan segera memanggil korban Iwan Budiarto dan Ahmad Fajar Hari Ponto.

“Kami akan kaji terlebih dahulu di internal anggota BK dengan mengumpulkan data bukti-bukti termasuk meminta keterangan sejumlah saksi yang melihat kejadian itu,’’ ujar Hozaini Adim, Wakil Ketua BK DPRD Sumenep, Selasa (1/12/2015).

Menurut politisi PAN ini, kasus Senin siang itu merupakan pelanggaran tata tertib Dewan sekaligus hukum pidana.

"Pemeriksaan kami soal kemungkinan pada pelanggaran tata tertib anggota Dewan. Sedangkan pelanggaran pidananya tentu urusan aparat berwajib yakni kepolisian,’’ lanjut Hozaini.

BK menjamin pemeriksaan terhadap kedua anggota Dewan asal Partai Golkar itu secepatnya digelar.

Setelah selesai rapat intern BK, selanjutnya keduanya akan langsung dipanggil tanpa menunggu aparat kepolisian memeriksa keduanya.

Sumber : surya