- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/12/2015

Keponakan Bacok Paman Hingga Meninggal

lintasmaduranews - Sunar (40) Warga Dusun Kuniran RT 09 RW 04 Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menghabisi nyawa pamannya sendiri, Parjo (70) dengan menggunakan parang.
Sunar juga menyabetkan parangnya kepada istri korban Darmi (67). Darmi terkena sabetan parang dibagin tangan sebelah kiri dan kepala dibagian belakang. Namun berhsil melarikan diri dan langsung berteriak minta tolong.
"Saya kabur dan terjatuh di depan pintu, kemudian teriak-teriak minta tolong," katanya saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bojonegoro, Jumat (11/12/2015).
Pelaku tinggal berdekatan dengan korban, yakni hanya berjarak sekitar 10 meter. Namun, tiba-tiba Sunar mengamuk dengan membawa parang. Tanpa banyak bicara, Sunar tahu-tahu membabi buta menyerang Parjo yang mengakibatkan korban luka parah dan akhirnya meninggal dunia.
Mendengar kegaduhan di lingkungannya, warga sekitar berdatangan. Mereka mencoba melerai dan menolong korban. Namun, karena pelaku kesetanan mengacung-acungkan parangnya, warga pun tidak bisa berbuat banyak.
Tidak tahan melihat aksi Sunar, warga yang berusia muda jadi terpancing emosi. Mereka akhirnya mengeroyok Sunar. Mungkin takut dikeroyok, Sunar melarikan diri dan bersembunyi ke dalam rumahnya. Melihat itu warga lebih berhati-hati.
Tidak mau ada korban berikutnya, beberapa warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian Sektor Balen. Mendapat laporan warga, beberapa petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Polisi berupaya keras melumpuhkan Sunar.
Suasana penangkapan itu sempat mencekam. Petugas polisi dibuat tegang karena pelaku Sunar masih menenteng parang dan sembunyi di dalam rumah. Pelaku tidak juga mau keluar rumah dan menyerahkan diri.
Polisi pun akhirnya terpaksa menembakkan gas air mata ke dalam rumah Sunar. Hingga 5 kali tembakan. Namun demikian, saat puluhan petugas merangsek masuk ke dalam rumah, pelaku masih berusaha melawan.
Perkelahian di dalam rumah tidak bisa dihindarkan. Setelah tiga jam kemudian, pelaku Sunar akhirnya berhasil dibekuk polisi. Ketika digelandang ke luar rumah oleh polisi, kepala Sunar tampak berlumuran darah. Akhirnya pelaku diamankan di Polres Bojonegoro untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Menurut Kepala Desa Kedungdowo, Yuyus Adi Setiawan, pelaku diketahui sudah lama sakit jiwa yakni sekitar sepuluh tahun. Namun, kata dia, tidak biasanya Sunar mengamuk apalagi sampai melukai orang lain.
"Biasanya pelaku bekerja seperti biasa di sawah. Terkadang dia ikut jadi kuli bangunan dan pekerjaan serabutan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, sejak seminggu terakhir kondisi Sunar memang terlihat tertekan. Ia sering mengamuk. Bahkan, ibunya juga sudah diungsikan ke rumah saudaranya. "Tapi, kami tidak menyangka kalau dia akan mengamuk hingga mengakibatkan orang lain meninggal," ujarnya.

Sumber : beritajatim