- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/12/2015

KPU Sumenep Sosialisasi Pilkada di SLB Dharma Wanita

lintasmaduranews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep terus melakukan sosialisasi pilkada 2015 ke berbagai lapisan masyarakat. Saat ini Sabtu (05/12/15) menggelar sosialisasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita, di Kecamatan Kota.
"Kami juga memberi perhatian pada para difabel atau penyandang cacat yang punya hak pilih. Karena itu, kami melakukan sosialisasi tentang Pilkada di SLB ini," kata Komisioner KPU Sumenep, Abd. Hadi.
Menurutnya, materi sosialisasi tersebut meliputi tata cara pencoblosan atau tata cara menggunakan hak pilih bagi para penyandang cacat, maupun yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna grahita, dan tuna rungu wicara.
"Bagi pemilih yang berkebutuhan khusus, saat datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya, bisa didampingi oleh keluarganya, atau dibantu petugas KPPS," ungkapnya.
Sementara Kepala SLB Dharma Wanita, Kabupaten Sumenep, Lianatus Solicha mengaku terenyuh dengan sosialisasi tersebut. Baginya, kegiatan itu merupakan bentuk perhatian kepada anak-anak didiknya para penyandang difabel.
"Terus terang, kami merasa terenyuh, karena dengan sosialisasi ini, anak-anak didik kami dianggap ada dan diperhatikan. Anak-anak kami ini bukan sampah masyarakat, dan bukan beban negara kalau kita mau membimbing," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Total jumlah siswa di SLB Dharma Wanita mulai tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA sebanyak 68 orang. Mereka merupakan para penyandang tuna grahita, tuna rungu wicara, dan tuna ganda (sekaligus menyandang tuna daksa dan tuna grahita). Dari total jumlah siswa tersebut, yang mempunyai hak suara sebanyak 22 orang. 6 orang diantaranya merupakan siswa SMA, 13 orang siswa SMP, dan 3 orang siswa SD.
"Ini karena SLB, jadi memang sekalipun masih SD, ada yang dari sisi umur, sudah memenuhi syarat tercatat sebagai pemilih. Saat mendaftar ke SLB, kadang anak tidak masuk pada usia sekolah umumnya. Mereka sudah di atas usia SD. Baru kemudian calon siswa diuji untuk menentukan bisa duduk di jenjang pendidikan apa. SD, SMP, atau SMA," paparnya.