- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/12/2015

MUI Bangkalan Desak Kepolisian Usut Kasus Terompet Berbahan Al-Quran

lintasmaduranews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan, Madura, KH Syarifudin Daman Huri, mendesak aparat keamanan mengusut tuntas pembuat terompet dan topi kerucut berbahan sampul Alquran.

Ia menilai, keberadaan perlengkapan perayaan malam Tahun Baru itu merupakan bentuk penistaan terhadap Agama Islam.

"Sepertinya ada unsur kesengajaan dan dilakukan secara massif untuk adu domba atau bagaimana. Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas sampai ke pembuatnya," ungkap KH Syarifudin Daman Huri sebagaimana ditulis SURYA.co.id, Rabu (30/12/2015).

Atas temuan itu, ia mengimbau agar masyarakat Bangkalan dan daerah lain di Indonesia tidak mudah terprovokasi.

"Agar tetap kondusif, tidak usah melakukan sweeping sendiri karena polisi sudah bertindak. Saya kira undang - undangnya sudah jelas," pungkasnya.

Tulisan kaligrafi arab serta keterangan bertulisan 'Alquran dan Terjemahannya dengan Transliterasi Arab - Latin Juz 1 - Juz 30 Kementrian Agama RI' jelas terlihat di kertas mengkilap berwarna merah. Kertas tersebut dibalutkan ke tubuh terompet dan topi kerucut yang dijual untuk perayaan malam pergantian tahun.

Polisi juga mengamankan dua penjual terompet berinisial SH (37), warga Lebak dan MR (38), warga Demangan, Kecamatan Kota.