- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/12/2015

Pandukung Zainal - Eva Tuntut Usut Kecurangan Pilkada Sumenep

lintasmaduranews - Puluhan massa pendukung calon bupati dan wakil bupati Sumenep, Zainal - Eva, yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Sumenep Peduli Pemilukada (FMSPP), melakukan unjuk rasa ke panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) setempat, Kamis (17/12/15).
Selain ada yang berorasi berorasi, para pengunjuk rasa ada yang mementangkan poster-poster bertuliskan protes. Di antaranya, 'Panwaslih jangan jual kehormatanmu demi rupiah, 'Selamatkan Sumenep dari politisi busuk', 'Panwaslih jangan tidur', 'Lawan perampok suara rakyat', 'Awas politisi busuk pengaruhi panwaslih', 'Panwaslih jangan banci'.
Dalam aksinya massa menuntut Panwaslih mengusut tuntas dugaan kecurangan dalam pelaksanaan pilkada di ratusan TPS di berbagai kecamatan.
"Salam perubahan. Kami menemukan banyak kecurangan di beberapa TPS. Kami menuntut kepada Panwas untuk mengusut kecurangan yang kami temukan", kata orator aksi Syafrudin, Kamis (17/12/15).
Ia membeberkan temuan-temuan dugaan pelanggaran pilkada. Diantaranya tingkat kehadiran pemilih di sejumlah TPS mencapai 100 persen. Padahal kenyataannya, di daerah tersebut banyak warga yang bekerja di luar daerah, dan ada yang sudah meninggal.
"Kami menemukan banyak pemilih fiktif. Karena tingkat kehadiran mencapai 100 persen, bahkan lebih. Belum lagi tindakan intimidasi oleh aparatur desa," ujarnya.
Karena itu, ia menuntut agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS yang bermasalah. Selain itu, ia meminta agar oknum pelaku kecurangan ditindak tegas. Dan panitia penyelenggara pilkada yang terlibat kecurangan diberikan sanksi.
"Kami juga menuntut agar pasangan nomor urut 1, Busyro - Fauzi, didiskualifikasi. Kami punya bukti. Kami punya saksi terhadap kecurangan-kecurangan yang dilakukan. Suara pasangan Zainal - Eva dicuri. Karena itu, coret pasangan nomor 1, dan tetapkan pasangan nomor 2 sebagai pemenang Pilkada," ungkapnya.
Pengunjuk rasa mengancam akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak jika dalam 1x2 jam Panwas tidak mengelaurkan rekomendasi ke KPU.
"Kalau sampai 1x24 jam Panwaslih belum mengeluarkan rekomendasi, jangan salahkan kalau kami melakukan tindakan di luar rencana. Kalau Kecurangan dibiarkan akan terjadi kecurangan lain. Kami akan kerahkan massa lebih besar," ancamnya.
Usai berorasi di depan kantor panwas yang dijaga berlapis oleh aparat kepolisian setempat, massa terus bergerak menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum di Jalan Asta Tinggi Kebunagung.
Di depan pintu masuk kantor KPU, mereka menuntut agar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan penghitungan perolehan suara hasil pilkada di tingkat kabupaten di KPU Sumenep dihentikan.
"Hentikan rekapitulasi perolehan suara ini. Tunda hingga pelanggaran dan kecurangan yang terjadi dalam pillada, diusut tuntas oleh Panwaslih," kata Syafrudin, salah satu orator, Kamis (17/12/15).
Meskipun aksi unjuk rasa berlangsung di depan kantor KPU Sumenep, namun rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tetap berlangsung dengan penjagaan ketat aparat. Ratusan aparat kepolisian membuat pagar betis di pintu masuk KPU Sumenep.
Pilkada Sumenep 2015 yang telah digelar pada 9 Desember diikuti oleh dua pasangan calon bupati/ calon wakil bupati, yakni A. Busyro Karim-Ahmad Fauzi di nomor urut 1, dan Zainal Abidin (ZA) -Dewi Khalifah (Eva) di nomor urut 2.