- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/12/2015

Pengembangan Bandara Trunojoyo Sumenep Terganjal Penyerahan Aset Daerah

lintasmaduranews - Kementerian Perhubungan akan mengembangan Bandara Trunojoyo Sumenep. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah setempat. Di antaranya yaitu 'obstacle' atau hambatan, ketersediaan lahan, dan penyerahan aset dari pemerintah daerah ke kementrian perhubungan.

Pamerintah daerah Sumenep sudah sanggup untuk memenuhi dua syarat tersebut yaitu bangunan sekolah dan beberapa bangunan lain, sudah ada kesanggupan dari pemerintah daerah untuk merelokasi pada tahun 2016. Namun untuk penyerahan aset dari pemerintah daerah ke kementrian perhubungan belum dilakukan.

"Kendala terbesarnya itu tentang penyerahan aset dari pemerintah daerah ke kementrian perhubungan. Sampai saat ini belum dilakukan. Padahal itu berhubungan dengan pencatatan barang milik negara (BMN), karena berkaitan dengan penganggaran di APBN tahun depan. Jadi aset itu sebenarnya syarat mendasar," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo, Selasa (01/12/15).

Lebih lanjut Wahyu menerangkan, apabila ketiga persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah, maka dana pengembangan Bandara Trunojoyo dari APBN tidak bisa dikucurkan.

"Kan 'eman-eman' kalau anggaran itu harus dikasih tanda bintang lagi, yang berarti tidak bisa dikucurkan. Padahal itu untuk kemajuan Sumenep," ucapnya.

Menurut Wahyu, dalam perencanaan Kementrian Perhubungan, pada tahun 2016 akan dilakukan pengembangan bandara pada sisi udara, yakni perpanjangan 'runway' (landasan pacu) menjadi 1.600 x 30 meter. Selain itu, juga direncanakan pembangunan 'apron' atau pelataran pesawat, 'taxi way' atau jalan penghubung antara landasan pacu dan pelataran pesawat, serta beberapa fasilitas bandara.

"Target kami, 2016 Bandara Trunojoyo sudah mampu didarati pesawat ATR 72. Tapi semua program itu bisa terlaksana, kalau tiga syarat mendasar itu bisa dipenuhi oleh pemerintah daerah," terangnya.

Saat ini panjang landasan pacu Bandara Trunojoyo 1.160 meter. Sejak 2 Mei 2015, Bandara Trunojoyo telah dimanfaatkan oleh penerbangan perintis yang dilayani Susi Air menggunakan pesawat berkapasitas 12 seat. Penerbangan perintis tersebut membuka rute Sumenep- Surabaya, dan Sumenep - Jember.

Sumber : beritajatim