- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/12/2015

Presiden Jokowi Marah Besar Setelah Baca Transkrip Pembicaraan Novanto

lintasmaduranews - Presiden Joko Widodo akhirnya meluapkan amarahnya terkait kasus 'papa minta saham'. Rupanya Jokowi marah setelah membaca transkrip rekaman pembicaraan Setya Novanto, Reza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin secara saksama.

"Setelah baca lengkap transkrip rekaman itu memang Presiden marah luar biasa. Kalau dibilang Presiden gila, koppig itu kan sudah sering lah Presiden dihina gitu dan Presiden enggak pernah menunjukkan kemarahannya. Tapi karena dicatut namanya dan dikaitkan dengan pembagian saham, Presiden marah luar biasa," tutur Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki saat berbincang dengan wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Tadi siang, Teten bersama Mensesneg Pratikno dipanggil oleh Jokowi ke Istana. Mereka bertiga berbincang di ruang tengah, transkrip lengkap itu menjadi bahasan utama.

"Karena ini menyangkut nilai soal etika, soal moralitas, soal wibawa pemerintahan ya wibawa negara saya kira itu," imbuh Teten.

Ekspresi Jokowi tadi siang disebut Teten tak berbeda dengan saat malam hari. Raut wajah Jokowi, kata Teten, tak pernah seperti itu sebelumnya.

Tak ada gebrak meja, tak ada banting benda, atau ekspresi lain, amarah Jokowi hanya terungkap lewat beberapa kata. Tetapi kemudian mereda ketika Presiden harus memimpin rapat.

"Saya kira Presiden memang menahan marahnya sejak tadi siang itu," sebut Teten.

"Yang saya tahu tadi siang menghadap beliau tadi siang memang beliau sudah, apa, mengekspresikan kemarahannya ke saya. Pokoknya tadi saya ngelihat Presiden itu marah, kelihatannya Presiden nahan-nahan," lanjut Teten.

Sebetulnya Jokowi sudah pernah mendengarkan rekaman lengkap dan membaca transkrip tersebut sebelumnya. Tetapi setelah membaca sekali lagi dan kebetulan MKD baru saja menyidang Novanto, amarah Jokowi meluap.