- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/12/2015

Satpam dan Tukanng Parkir Rumah Sakit Bangkalan Sekongkol Curi 7 AC

lintasmaduranews - Seorang satpam dan juru parkir (jukir) di RSUD Syamrabu Bangkalan, dibekuk Satreskrim Polres, Senin (7/12/2015) lantaran memuluskan aksi pencurian tujuh set air condition (AC) di salah satu gudang rumah sakit tersebut.

Jukir MG (31) dan satpam PN (21), keduanya warga Kelurahan Pejagan terbukti berkomplot dengan pegawai CV Adi Karya, ED (17), warga Purwodadi yang tengah melakukan pekerjaan proyek di RSUD Syamrabu.

Pencurian tujuh AC, 4 AC indoor dan 3 AC outdoor itu dilakukan sebanyak dua kali, pada Minggu (29/11/2015) dan Selasa (1/12/2015) pukul 04.00.

ED bertindak sebagai eksekutor lantaran dipercaya sebagai pemegang kunci gudang. Sementara MG dan PN mengamankan lokasi dan bertindak sebagai penjual barang hasil curian tersebut.

Atas pencurian itu, CV Adi Karya selaku penggarap proyek mengalami kerugian sebesar Rp 17 juta.
Jukir MG yang bertindak sebagai penjual dua AC mengaku terdesak kebutuhan ekonomi lantaran hasil dari profesi jukir tidak mampu menutupi kebutuhan keluarga.

"Ada keperluan mendesak. Terpaksa saya lakukan. Saya kebagian menjual dua set (4 buah AC) ," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan satpam PN yang bertugas menjual dua set atau satu buah AC. Sementara satu set AC belum sempat dijual.

Dari penjualan itu, ketiga pelaku mengumpulkan uang sebanyak Rp 4,2 juta lebih. Selain sebagai eksekutor, ED juga berperan sebagai pencari mobil sewaan untuk mengangkut tujuh set AC itu.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Andy Purnomo mengungkapkan, terbongkarnya pencurian itu berdasarkan hasil penyelidikan di gudang yang dijadikan tempat penyimpanan AC.

"Tidak ada kerusakan pada pintu gudang. Begitu juga pada bagian kunci, tidak ada yang rusak," ungkap Andy Purnomo.

Hal itu menuntun kepolisian untuk menguak siapa pemegang kunci gudang penyimpanan AC dan barang kebutuhan proyek gedung rumah sakit.

"Pemegang kunci bergiliran. Dari situlah kami dapat menyipulkan," paparnya.

Anggota Satreskrim akhirnya melakukan penggrebekan di rumah jukir MG. Kemudian melakukan penangkapan satpam PN.

"ED terakhir kami tangkap. Setelah kami kroscek barang yang hilang, ternyata ketiganya adalah pelaku," pungkasnya.

Polisi akhirnya menarik kembali mesin pendingin itu dari tempat penjualan untuk dijadikan barang bukti. Berikut uang senilai Rp 4,2 juta lebih.

Ketiga pelaku terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun karena melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Sumber : Surya