- - - -
Facebook  Twitter  Google+

04/12/2015

Tanya Jawab Debat Terbuka Cabub-Cawabub Sumenep Puatran Terakhir

lintasmaduranews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep kembali menggelar debat terbuka calon bupati - calon wakil bupati pada Kamis (03/12/15). Dalam debat terbuka putaran terakhir itu mengambil tema 'Reformasi birokrasi dan peningkatan SDM'.

Kedua pasangan calon, baik A. Busyro Karim- A. Fauzi maupun Zainal Abidin-Dewi Khalifah, dalam sesi saling bertanya, terlihat saling 'serang', menggali kemampuan menjawab persoalan-persoalan di masyarakat terkait reformasi birokrasi dan peningkatan SDM.

"Upaya apa yang akan ditempuh dalam mempersiapkan SDM aparatur menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sedangkan secara nasional, SDM kita belum siap," tanya A. Fauzi, calon wakil bupati nomor urut 1, menanyakan pada pasangan Zainal Abidin (ZA) - Dewi Khalifah (Efa).

Menanggapi pertanyaan tersebut, ZA mengatakan, dalam menghadapi MEA, aparat birokrasi harus mendapat dukungan yang baik, termasuk dari sisi pelayanan. "Misalnya pelayanan kepada pengusaha. Bagaimana pemerintah memberikan kemudahan dalam pengurusan perijinan, sertifikasi usaha kecil dan menengah, sehingga bisa bersaing dengang produk-produk nasional," terangnya.

Sementara pasangan calon ZA- Efa ketika diberi kesempatan bertanya pada pasangan calon Busyro - Fauzi menanyakan apa yang menjadi pertimbangan untuk menempatkan aparatur sipil negara (ASN) menduduki jabatan kepala dinas. Padahal secara kapabilitas tidak memenuhi karena bukan bidangnya.

"Mengapa harus ditempatkan di posisi itu, sementara dia kapasitasnya tidak di bidang itu. Padahal paslon 1 katanya program unggulannya adalah reformasi birokrasi dan peningkatan profesionalitas," ujar ZA.

Menanggapi pertanyaan itu cabup Busyro Karim memaparkan, pihaknya telah mencoba menerapkan undang-undang ASN, dan Permendagri yang berbasis kinerja. Baginya, hal itu adalah tantangan bagi semuanya.

"Karena ini berbasis kinerja. Tidak pada latar belakang pendidikan. Dan sesuai aturan, untuk penempatan pejabat, dilakukan melalui uji kompetensi dan lelang jabatan. Langkah-langkah itu telah kami lakukan, untuk memunculkan kepala dinas yang profesional di bidangnya," tandas Busyro.

Tepuk tangan audience pun riuh ketika cawabup Efa mengajukan pertanyaan dan meminta agar cawabup Fauzi yang menjawabnya. Ini mengingat sepanjang sessi debat terbuka, Fauzi hampir tidak pernah bersuara menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim pakar.

"Saya ingin 'share' dengan sesama cawabup. Apa upaya yang dilakukan untuk meningkatan kualitas SDM termasuk pendidikan. Dan ada 2.000 lebih lembaga pendidikan yang ada di bawah pesantren. Jadi bagaimana upaya untuk lebih mengdepankan pesantren?" katanya.

Menanggapi pertanyaan itu, Cawabup Fauzi mengaku siap untuk meningkatkan peran pesantren, dan memberdayakan pesantren. Salah satunya, dengan mencetak 5.000 wirausahawan baru. "Di pesantern pun nantinya diberikan pendidikan dan pelatihan. Jadi para santri tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi bisa langsung bekerja dan berusaha," paparnya.

Meski debat terbuka cabup-cawabup sempat diwarnai saling sindir dan saling ejek antar pendukung hingga beberapa kali moderator memberikan teguran pada 'audience', namun situasi tetap terkendali.

Pilkada Sumenep yang akan digelar pada 9 Desember 2015 itu diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Pasangan nomor urut 1 yakni A. Busyro Karim dan Ahmad Fauzi, diusung koalisi PKB-PDI Perjuangan didukung NasDem. Kemudian pasangan cabup-cawabup nomor urut 2 adalah Zainal Abidin dan Dewi Khalifah, diusung koalisi 8 parpol, yakni Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP, Gerindra, Hanura, Golkar dan PBB.

Sumber : beritajatim