- - - -
Facebook  Twitter  Google+

04/12/2015

Tempat Wisata di Sumenep Paling Hits di Instagram

Image pulau Madura yang tandus dan panas sudah melekat di benak para traveler. Pandangan ini kemudian mengaburkan banyak potensi wisata yang tersimpan di dalamnya. Padahal jika mau menjelajahi pulau ini banyak sekali tempat-tempat indah yang bisa ditemui baik di kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.
Khusus untuk kabupaten yang disebutkan terakhir, menjadi pusat berkumpulnya tempat-tempat keren di pulau paling timur Madura ini. Banyak referensi di internet yang dapat traveler temukan mengenai tempat-tempat menarik apa saja yang ada di sana. Travelingyuk sempat mengobrak-abrik akun Instagram @exploresumenep dan didapatlah deretan tempat plesir di kabupaten Sumenep yang paling hits dikunjungi anak-anak muda. Berikut ulasan lengkapnya.
1. MASJID AGUNG SUMENEP, TENGARA KOTA SEKALIGUS TEMPAT IBADAH YANG MEMPESONA
Pertama kali mengunjungi kabupaten Sumenep sebaiknya kamu datang ke tengara kotanya dulu yaitu Masjid Agung Sumenep. Letaknya ada di pusat kota dan menghadap ke Taman Kota dengan gerbang yang sangat besar berarsitektur unik. Dahulu masjid ini bernama Masjid Jami’ dan terkenal lantaran bangunannya yang mengadopsi arsitektur dari berbagai budaya.

Diketahui bahwa Masjid Agung Sumenep dibangun pada kurun waktu antara tahun 1779-1787 masehi atau sesaat setelah Keraton Sumenep selesai dibangun. Bangunan masjid ini sangat unik karena memadukan gaya arsitektur Arab, Persia, Jawa, India, dan Cina. Hal ini melambangkan beragamnya etnis yang tinggal di Madura. Kekhasan arsitekturnya bisa traveler lihat mulai dari gerbang masuknya yang konon mengadopsi gaya Portugis. Kamu bisa melihat langsung dengan berkunjung ke sana dan mengaguminya dengan mata kepala sendiri betapa indahnya masjid yang termasuk 10 besar masjid tertua di Indonesia ini.
2. PANTAI LOMBANG, SPOT MELIHAT SUNRISE DAN HIJAUNYA CEMARA UDANG
Pada akhir pekan dan di hari libur banyak traveler yang memilih menghabiskan harinya di Pantai Lombang. Jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadi alasan utama pantai ini menjadi pilihan utama. Traveler hanya butuh berkendara sejauh 30 km ke arah timur dari pusat kota dan akan menemukan pantai berpasir cokelat kekuningan ini.

Tiket masuk ke area pantai adalah Rp. 5 ribu. Datanglah pada pagi hari saat matahari mulai bersinar, pemandangan matahari terbit di pantai Lombang memang juara meski tidak muncul dari tengah laut. Sepanjang garis pantai juga ditumbuhi oleh spesies pohon Cemara Udang yang konon berasal dari daratan China dan hanya di dua tempat itu pula pohon cemara jenis ini bisa ditemukan. Keren bukan?
3. BUTUH KETENANGAN? DATANG SAJA KE PANTAI SLOPENG
Berjarak 21 km dan berada di utara kota Sumenep ada sebuah pantai yang layak dijadikan destinasi menepi yaitu pantai Slopeng. Jarak yang tidak terlalu jauh dan bisa dicapai kurang dari satu jam membuat pantai ini pas untuk tempat kemping. Pantai Slopeng memiliki garis pantai yang sangat panjang, bagian utama sepanjang 1 km yang dikelola pemerintah cukup ramai dikunjungi traveler pada hari libur dan sisanya seperti pantai pribadi.

Kawasan Pantai Slopeng banyak ditumbuhi pohon kelapa dan siwalan ada pula cemara udang seperti di Pantai Lombang. Beberapa sarana pendukung yang dibangun di pantai ini antara lain kamar bilas, panggung hiburan, taman bermain dan juga gazebo. Kebanyakan traveler yang berkunjung ke sana selalu menyempatkan untuk bermalam di pinggir pantai dengan cara kemping.
4. PULAU GILIYANG, PULAU DENGAN KADAR OKSIGEN TERBAIK DI DUNIA
Jangan sampai melewatkan kunjungan ke pulau kecil di timur pulau Madura yang bernama Giliyang. Pulau ini worthed banget untuk disinggahi pasalnya di sanalah kadar oksigen terbaik di dunia berada. Ini bukan sekedar wacana saja sebab di tahun 2006 dan 2011 telah dilakukan penelitian secara ilmiah baik oleh Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN serta Badan Lingkungan Hidup.

Hanya saja pariwisata di Giliyang belum digarap maksimal oleh pemerintah daerah. Hal ini pula yang menjadi kelebihan pulau ini sebab masih memiliki kondisi yang alami dan terjaga dengan baik. Giliyang merupakan pulau berpenghuni yang terbagi menjadi dua desa yakni desa Banraas dan desa Bancamara. Untuk mengaksesnya traveler harus menyewa perahu motor nelayan dan menyeberang selama satu jam.
5. GUA MAHAKARYA, GUA INDAH DI PERUT GILIYANG
Masih berada di pulau yang sama tersembunyi ruang bawah tanah yang indah bernama Gua Mahakarya. Lokasinya berada di Pulau Giliyang yang terletak di Kecamatan Dungkrek atau pulau sebelah timur dari Madura. Sebenarnya di dalam perut pulau ini ditemukan 17 gua yang beberapa diantaranya bernama Gua Air, Gua Syarifah, dan Gua Petapa Kelompang.

Khusus untuk Gua Mahakarya adalah salah satu yang memiliki karakter spesifik dan unik dibanding yang lainnya. Luas gua ini adalah 800 meter persegi dan memiliki 7 ruangan. Formasi batuan yang ada di dalamnya masih meneteskan air tanda bahwa stalaktit dan stalakmit di dalam gua tersebut masih aktif dan terus tumbuh. Jadi kalau ke Giliyang jangan cuma mencumbui pantainya saja, sempatkan untuk menjelajahi gua-gua yang ada di sana.
6. BATU CANGGE, PANTAI BERBATU YANG KEREN
Dapat dikatakan jika Pulau Giliyang merupakan pusat berkumpulnya tempat-tempat yang keren. Selain gua-gua cantik yang tersebar, ada pula pantai-pantai eksotis yang memanjakan mata. Salah satu yang unik adalah Pantai Batu Cangge. Seperti diketahui sebelumnya bahwa pulau ini terbagi menjadi dua desa yakni desa Banraas dan desa Bancamara.

Pantai Batu Cangge terletak di desa Bancamara. Yang menjadikan pantai ini unik adalah adanya batu karang menyerupai pilar yang seperti menopang gunung batu yang ada di atasnya. Mungkin karena adanya fenomena inilah kemudian warga setempat menamainya dengan pantai Batu Cangge. Yang pasti pemandangan di sekitar pantai luar biasa indah.
7. MERASAKAN KEINDAHAN GILI TRAWANGAN LEWAT GILI LABAK
Mencari pulau tropis dengan hamparan pasir putih dan laut yang tenang di Madura? Hal itu bisa kamu wujudkan dengan berkunjung ke Gili Labak, sebuah pulau kecil seluas 5 hektar yang ada di timur Madura dan bisa kamu keliling dengan jalan kaki selama 30 menit saja. Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah Desa Kombang, Kecamatan Talango.

Perairan dangkal di pesisir pantai Gili Labak memang memanjakan traveler yang suka berenang maupun snorkelingan. Airnya jernih dengan ombak yang landai ditambah terumbu karang yang tumbuh subur di dalamnya. Hanya saja pulau ini sangat terpencil, tidak ada pasokan air tawar serta listrik hanya menyala malam hari dengan bantuan jenset. Traveler perlu membawa bekal dan perlengkapan sendiri kalau berlibur ke sana. Tapi pemandangan ala Gili Trawangan yang disuguhkan Gili Labak memang pantas untuk disambangi.
8. MENJELAJAHI UJUNG TIMUR MADURA DI PULAU SAPEKEN
Terakhir kamu dapat menjelajah lebih jauh tepatnya di gugusan kepulauan Kangean yang terletak di ujung paling timur Madura. Kepulauan ini terdiri dari 60 pulau kecil dengan tiga pulau besar diantaranya Pulau Kangean, Pulau Paliat dan Pulau Sepanjang. Pulau yang juga menjadi incaran traveler adalah Pulau Sapeken yang berada di timur pulau Paliat.

Pulau Sapeken ini dipenuhi dengan hutan bakau di daratannya sedangkan alam bawah lautnya penuh dengan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya. Pantainya memiliki pasir putih dengan air laut yang jernih. Aktivitas menyelam dan snorkeling menjadi pilihan utama traveler yang berkunjung ke Pulau Sapeken di samping menikmati keindahan alamnya yang tak kalah cantik.
Ternyata banyak sekali pilihan tempat plesir yang keren-keren di kabupaten Sumenep. Tidak cukup sehari untuk menjelajahi semuanya sebab kebanyakan berada di pulau-pulau kecil yang terpisah oleh lautan. Tunggu apa lagi buruan datang ke Sumenep. (Viva)