- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/12/2015

Warga Sampang Keluhkan Penaikan Tarif Listrik

 lintasmaduranews - Warga Sampang, Madura, Jawa Timur, keluhkan adanya penaikan tarif listrik oleh pemerintah pusat, hingga 11 persen. Keluhan lainnya, penaikan tarif linstrik tersebut tidak ada sosialisasi sebelumnya kepada pelangan khususnya yang ada di kawasan perkotaan.

"Saya kaget saja saat melihat berita di televisi jika hari ini pemerintah resmi menaikan tarif dasar listrik," keluh Dartik (33) salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Kota Sampang, Selasa (1/12/2015).

Hal senada juga dipaparkan oleh Herman selaku pelangan PLN, dirinya mengaku kecewa. Sebab, kanaikan tarif dasar listrik tersebut terlalu tinggi. Sementara untuk pelayanan 1300 VA rata-rata adalah pelangan yang tergolong masyarakat miskin.

"Infonya kenaikan itu untuk pelanggan yang mempunyai daya 1300 VA dan 2200 VA, di Sampang ini, banyak pelanggan orang miskin yang menggunaka daya 1300, karena pada saat daftar dulu yang 450 dan 900 VA katanya enggak ada," katanya.

Oleh sebab itu, Herman beserta warga yang lain mengaku kecewa dengan pemerintah khususnya PLN cabang Sampang yang tidak melakukan sosialisasi kenaikan tarif listrik. "Intinya kami tidak puas dengan kenaikan tarif listrik ini," keluhnya.

Terpisah Junaidi selaku kepala PLN Sampang saat dikonfirmasi terkait kenaikan tarif dasar listrik tersebut tidak bisa berkomentar. "Maaf, yang wajib mengomentari bukan saya, tapi dari Area Pemekasan, kalau kami hanya pelaksana saja, Suwun," pungkasnya.

Penetapan kenaikan tarif dasar listrik oleh pemerintah pusat hari ini, hanya untuk pelangan yang mempunyai daya 1300 VA dan 2200 VA, sementara untuk 450 VA dan 900 VA tetap mengunakan tarif yang lama.