- - - -
Facebook  Twitter  Google+

06/01/2016

Banyak Pensiun dan Tidak ada Rekrutmen, Sumenep Kekurangan Ribuan Guru

lintasmaduranews - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kekurangan guru. Kekurangan guru tersebut disebabkan banyaknya guru yang telah memasuki masa pensiun, tetapi tidak ada perekrutan baru.

"Data itu merupakan kebutuhan guru hingga tahun 2015. Kalau tetap tidak ada penambahan tenaga guru hingga 5 tahun mendatang, maka kekurangan guru diperkirakan akan membengkak hingga 2.500 orang," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si, Rabu (06/01/16).

Ia menjelaskan, ada ketidakseimbangan jumlah guru yang pensiun dan yang direkrut. Akibatnya, angka kekurangan guru ini semakin besar. Kekurangan guru tersebut berdampak pada berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, pihaknya menyiasati dengan merekrut guru-guru sukwan.

"Untuk wilayah kepulauan, ada 403 guru sukwan yang membantu proses kegiatan belajar mengajar. Rata-rata guru sukwan itu memang orang pulau yang berdomisili di sekitar sekolah," paparnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para guru sukwan, lanjut Sadik, pemerintah daerah menganggarkan insentif khusus guru sukwan kepulauan sebesar Rp 3 juta per tahun atau Rp 250 ribu per bulan per guru.

"Memang angka itu jauh dibawah upah minimum kabupaten. Kemampuan pemerintah daerah ya baru segitu itu. Tapi kan masih ada dana bantuan lain seperti transport guru, honor dan lain sebagainya," ucapnya.