- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/01/2016

Polres Bangkalan Tangkap Penjudi Domino dan Pengedar Narkoba

lintasmaduranews - Jajaran Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melakukan penggrebekan judi domino 'senggolan' di teras rumah NA (44), Desa Karang Gayam Kecamatan Blega, Bangkalan, Senin (18/1/2016) dini hari.

Petugas Polisi melakukan penggrebekan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan adanya perjudian yang disertai peredaran narkoba tersebut.

Dalam penggrebekannya, Polisi berhasil menangkap NA, SB (42) dan SG (32), keduanya warga Desa Alas Rajah, Kecamatan Blega, FA (33), warga Desa/Kecamatan Blega, dan DF (32), Desa Kemoning, Sampang.

"NA adalah pengedar dan pemakai yang rumahnya dijadikan tempat judi. Empat pelaku judi di rumahnya positif pakai sabu. Sebelum main (judi), mereka nyabu dulu," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Windiyanto Pratomo di mapolres.

Selain itu, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa  dua sendok yang ujungnya masih terdapat sabu, satu kantong plastik klip kecil berisi sisa sabu, perlengkapan isap sabu, dan timbangan elektrik.

Di hadapan petugas, NA mengaku baru dua bulan melayani pembelian sabu - sabu terhadap para pejudi di rumahnya. "Tidak menentu, kalau teman - teman datang saya layani. Sebelum main, isap sabu dulu," singkatnya.

Pihak polres memang menghadirkan NA dan satu tersangka lainnya berinisial AH (27), Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi.

Dari tangan AH, polisi menyita sabu - sabu seberat 5 gram. Serbuk kristal itu dipecah dalam aneka paketan plastik klip lengkap dengan bandrolnya. Mulai paketan Rp 50 ribu, Rp 80 ribu, Rp 100 ribu, Rp 150 ribu, hingga Rp 200 ribu.

"Hasil pemeriksaan, sabu - sabu itu didapatkan AH dari luar Bangkalan. Kami terus mengembangkan untuk mengetahui siapa pemasoknya," jelas mantan Kapolresta Batu itu.

Ia menambahkan, peredaran sabu - sabu di Bangkalan diibaratkan sebuah balon. Ketika di-press di satu sisi akan mengembang di sisi lainnya.

"Semua polsek saya perintahkan melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.

Kedua pengedar tersebut terancam hukuman minimal 5 tahun pejara karena melanggar pasal 114 (1) subs pasal 112 (1) Undang - undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika golongan I bukan tumbuhan.