- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/02/2016

DPRD dan Bupati Sumenep Didesak Selamatkan Yayasan Universitas Wiraraja

lintasmaduranews - Dosen Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Ach. Novel dan Hasan Basri bersama Kepala Desa Kebunagung, Kecamatan Kota, Fajar Nur Alam, Kamis (18/2/2016), mendatangi Pimpinan DPRD di Kantor DPRD. Mereka mendesak DPRD dan Bupati menyelamatkan aset Pemkab berupaya Yayasan Universitas Wiraraja beserta kekayaannya seperti tanah karena yang ditengarai hilang.

Dalam surat resminya yang dilayangkan ke Bupati dan Pimpinan DPRD mereka mengungkapkan kronologis hilangnya aset Pemkab yang awalnya dikuasasi Yayasan Univesitas Wiraraja hingga dipindah tangankan ke Yayasan Wiraraja.

 ”Awalnya Yayasan Unija diprakarsai Pemkab mengelola Unija dengan meminjam Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), di Batuan. Perkembangannya, Pemkab memindah tangankan tanah pecaton Desa Kebunagung di Desa Patean ke Yayasan Unija guna memenuhi kebutuhan sarana perkuliahan, namun di 2006 Yayasan Unija menjadi Yayasan Aryawiraraja tanpa dilaporkan ke Departemen Hukum dan HAM,” ungkapnya.

Menurut Novel, Yayasan Unija tersebut baru didaftarkan ke Depkum Ham di 2010, empat bulan menjelang lengsernya Ramdlan Siraj sebagai Bupati. Namun, Yayasan beserta Asetnya tidak diserahkan kepada Bupati yang mengganti di priode berikutnya yaitu A Busyro Karim.

”Sampai saat ini, belum ada pelimpahan atau hibah dari Yayasan Unija ke Yayasan Aryawiraraja dalam pengelolaan Unija, sehingga ditengarai ada praktik manipulasi data secara terstruktur dalam memindahkan aset Yayasan Unija milik Pemkab ke ke Yayasan Aryawiraraja,” tandasnya.

Pihaknya meminta Pemkab menyelamatkan aset yang diduga hilang tersebut, bahkan memanggil Mantan Bupati Ramdlan Siraj untuk mengklarifikasi mengenai aset itu. ”Perlu diklarifikasi kenapa Yayasan Universitas Wiraraja harus diubah ke Yayasan Arya Wiraraja. Dan bagaimana pemindahtanganan aset tersebut,” tandasnya.

Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuman mengakui telah menerima surat pengaduan baik secara lisan maupun tertulis soal dugaan hilangnya aset Pemkab berupa Yayasan Universitas Wiraraja bersama kekayaannya itu. 

”Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Rapat internal di tingkat Pimpinan DPRD membahas mengenai persoalan tersebut, kemudian akan melimpahkan ke Komisi II untuk menindak lanjuti masalah tersebut,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Mantan Bupati Sumenep, Ramdlan Siraj ketika dikonfirmasi melalui saluran telponnya tidak aktif.