- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/02/2016

Inilah 9 Program Prioritas Bupati Sumenep Selama 99 Hari

lintasmaduranews - Bupati Sumenep Busyro Karim dan wakilnya Ahmad Fauzi, mengatakan bakal melakukan sejumlah pembenahan atas program-program kebijakan yang sudah dilakukan selama periode kepemimpinannya yang pertama. 

Prioritas Pemda Sumenep masih tetap pada peningkatan pendidikan, optimalisasi pelayanan kesehatan, dan peningkatan pemberdayaan masalah kesejahteraan sosial. Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan dan kepulauan juga masih jadi fokus pemerintah Sumenep. 

"Sesuai jargon selama kampanye kemarin, Nata Kota Bangun Desa," ujar Busyro Karim, Kamis (18/2/2016). 

Busyro dan Ahmad Fauzi juga berencana merealisasikan 9 program selama 99 hari pertama bertugas untuk mempercepat pembangunan di Sumenep. 

"Pertama, akan digagas pelatihan bagi 1.000 wirausaha muda dengan melibatkan 6 SKPD secara terpadu dan berkelanjutan. Mereka akan difasilitasi alat produksi dan permodalan/kredit usaha, serta pemasaran." 

Kedua, kata dia, revitalisasi pasar tradisional kecamatan. Ketiga, optimalisasi pelayanan rumah sakit dengan cara membentuk Tim Reformasi Pelayanan Rumah Sakit. 
 
Keempat, penataan taman kota sebagai kawasan wisata kota dan ruang terbuka hijau (RTH). Kelima, penataan dan penertiban perizinan, seperti rumah makan, IMB, HO, dan media luar ruang. 

Keenam, pembangunan RTH yang masih kurang di Kabupaten Sumenep. Ketujuh, membangun sistem perizinan online untuk mempermudah proses izin usaha, dan absensi pegawai secara online untuk meningkatkan disiplin PNS. 

Kedelapan, pembentukan BUMDes dalam rangka pembangunan kawasan Desa Mandiri. BUMDes ini dibentuk di setiap desa untuk memfasilitasi permodalan para UKM/IKM, dan kesembilan, menyerap aspirasi masyrakat untuk RPJMD. 
 
Salah satu warga Sumenep, Herivia, mengaku menaruh harapan besar bagi pemerintahan baru Busyro dan Fauzi. Dia berharap pemerintah terpilih tak cuma tebar pesona tanpa mau mendengar aspirasi rakyatnya, terutama di sektor pertanian. 

"Banyak prestasi diraih Sumenep di bidang pertanian, tapi sebenarnya para petani di Sumenep belum berdaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkap Herivia. 

Hal serupa juga diungkapkan Imam Hambali, warga Kecamatan Gapura, Sumenep. Menurutnya, potensi wisata di Sumenep belum terkelola dengan baik. Selain itu, banyak hiburan malam berkembang di Sumenep yang beroperasi tanpa pantauan Pemkab. 

"Hiburan malam di Sumenep juga harus diperhatikan. Kalau perlu ditutup saja, karena sering disalahgunakan. Seperti keberadaan diskotik, masak bupatinya kyai tapi enggak bisa nutup diskotek," ujar Imam. 

Pemuda asal pulau Sapudi, Pusawi juga berharap, pemerintahan Sumenep periode sekarang bisa mampu memperbaiki infrastruktur, seperti jalan umum dan tangkis penahan gelombang di beberapa titik di kecamatan Nonggunong dan Gayam.

"Saya berharap bupati Sumenep terpilih bekerja lebih baik sebelumnya sehingga infrastruktur di sini (Pulau Sapudi) bagus dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," paparnya.

Dia menambahkan, kepemimpinan A. Busyro Karim yang kedua kalinya bisa mengatasi persoalan listrik yang seringkali padam dan nyalanya digilir.

"Persoalan listtrik bisa teratasi sehingga tidak sering padam dan tidak lagi nyala lampu digilir, semalam nyala untuk kecamatan Nonggunong, semalam nyala untuk kecamatan Gayma. Ini sungguh mengecewakan," pungkasnya.