- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/02/2016

Ketua KPK Ingin Mundur, Presiden Diminta Tegas

lintasmaduranews - Rencana revisi Undang-Undang KPK terus digulirkan ke permukaan publik. Pro-kontra perevisian juga terjadi di masyarkat bahkah ditanggapi serius oleh ketua KPK Agus Rahardjo. Ketua KPK pernah mengungkapkan ingin mundur dari jabatannya apabila revisi UU ini dilanjutkan. 

Presiden Joko Widodo pun diminta tak mengabaikan suara rakyat. Presiden harus tegas sebelum pihak-pihak yang pro revisi, melangkah lebih jauh. 

"Masalah ini seharusnya tidak berlarut-larut jika sejak awal Jokowi menunjukkan ketegasannya menolak revisi. Kalau Jokowi tegas, tidak mungkin PDIP cs akan membawa revisi UU KPK sampai sejauh ini," kata Ketua Bidang Advokasi Gerindra Habiburokhman, sebagaimana dilansir media detik.com, Senin (22/2/2016). 

"Jokowi seharusnya tidak mengabaikan suara rakyat. Sudah sangat jelas bahwa revisi tersebut juga mendapat penolakan keras dari hampir seluruh elemen pro pemberantasan korupsi, mulai dari LSM, guru-guru besar hukum, aktivis sampai pimpinan KPK sendiri," terangnya.
 
Lebih jauh, Habib juga meminta Presiden Jokowi tak mengabaikan pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang siap mundur jika UU KPK tetap direvisi. 

"Ancaman mundur Ketua KPK Agus Rahardjo jika revisi UU KPK terus dilanjutkan tidak boleh dianggap enteng. Jika benar terjadi hal tersebut merupakan preseden sangat buruk bagi perjuangan pemberantasan korupsi," tutur Habib. 

"Menurut kami, ancaman mundur Ketua KPK tersebut muncul karena hingga saat ini belum ada ketegasan sikap Presiden Jokowi menolak revisi UU KPK. Kami berharap agar sepulang dari Amerika Serikat Jokowi secepatnya mendapat hidayah untuk mengikuti jejak Gerindra, PKS dan Demokrat bersikap tegas menolak revisi UU KPK," tegasnya.