- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/02/2016

Menuntut Diangkat Jadi PNS, Ribuan Guru Honorer Tidak Ditemui Presiden

lintasmaduranews - Puluhan ribu pegawai honorer dari berbagai daerah kecewa tidak bisa menemui Presiden Joko Widodo. Padahal, mereka sudah berdemonstrasi sejak pagi.

Tim sembilan, perwakilan yang mereka bentuk untuk menemui Presiden, hanya dipertemukan dengan Mensesneg Pratikno. Jokowi tidak bisa memenuhi permintaan massa lantaran harus berangkat ke Lampung.

"Ternyata, tuntutan kami belum sepenuhnya disampaikan Yuddy (Menpan-RB) kepada Presiden," kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Yudi Sulistio di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016).

Mendengar informasi itu, puluhan ribu pegawai honorer berteriak memaki Menpan-RB Yuddy Chrisnandi. Mereka kecewa dengan kinerja Yuddy yang sempat bermanuver mengevaluasi menteri lain.

"Ternyata si Yuddy yang enggak benar. Turun saja dia jadi menteri," kata Sabar, pegawai honorer asal Sumatera Utara.

Yudi mengatakan, Komisi II DPR sudah menyetujui wacana pengangkatan 440 ribu pegawai honorer se-Indonesia. Pengangkatan dilakukan dalam 4 tahapan. Masing-masing tahap akan dilakukan pengangkatan 110 ribu pegawai honorer. Pengangkatan seluruh pegawai honorer akan rampung pada 2019.

"Rencana ini kata Pak Mensesneg akan disampaikan kepada Presiden Jokowi. DPR sudah setuju, tinggal Presiden. Insya Allah, Presiden akan tanda tangan," tambah Yudi.

Rencananya, massa kembali berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, besok. Mereka ingin menanti tanggapan Presiden.

Di lokasi yang sama, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menjanjikan waktu pertemuan Presiden Jokowi dengan guru honorer. Alasannya, jadwal Presiden yang padat dan pada pagi hari tadi saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung.

Sementara pada Jumat besok, kata Pratikno, agenda Presiden juga padat karena akan melantik gubernur, komisioner KY, dan komisioner Ombudsman di Istana. Selain itu, Pratikno juga mengaku belum mendapat arahan mengenai sikap Presiden Jokowi terhadap tuntutan para guru honorer.

"Saya hanya menampung aspirasi rekan-rekan guru honorer. Kami lihat nanti kalau bisa Presiden menemui mereka," ungkap Pratikno.