- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/02/2016

Musim Hujan, 35 Desa di Sumenep Dilanda Kekeringan

lintasmaduranews - Walaupun saat ini musim hujan, namun turunnya hujan tidak merata di Sumenep. terbukti masih banyak desa yang mengalami kekeringan.

Khairul Anam, (36) Warga Kecamatan Batu Putih mengatakan bahwa di daerahnya sulit untuk mendapatkan air bersih, bahkan, untuk kebutuhan minum dirinya dan warga lain mengambil dari endapan air sungai desa setempat.

“Disini sangat sulit air bersih mas, kalaupun ada tempatnya terlalu jauh,” katanya kepada mediamadura.com, Jumat (12/2/2016).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumenep, Febrianto, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Syaiful Arifin mengatakan, sedikitnya terdapat 35 Desa di 13 Kecamatan yang masuk dalam peta rawan kekeringan berdasarkan data yang dimiliki.

“Dari 35 desa yang mengalami kekeringan, diantaraya tersebar di beberapa Kecamatan, antara lain Kecamatan Pasongsongan, Batang-batang, Batuputih, Saronggi, Lenteng, Dasuk dan Kecamatan Rubaru,” kata Syaiful Arifin, Jumat (12/2/2016).

Oleh karena itu, Arifin menambahkan, Banyak warga terpaksa mencari air ke desa lain, bahkan tidak sedikit yang harus membeli air ke warga di daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Warga harus mencari air ke daerah lain, bahkan ada yang sampai membeli,” imbuhnya.

Dijelaskan, sebetulnya krisis air bersih di daerah tersebut sudah berlangsung setiap tahunnya. Ini dibuktikan dengan permintaan bantuan air bersih ke desa-desa mengalami peningkatan.

“Beberapa desa yang menjadi wilayah rawan kekeringan tersebut bertambah pada tahun 2015 lalu, penyebabnya karena terjadi kemarau panjang,” tegasnya.

Pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengatasi kekeringan tersebut dengan menyalurkan air bersih ke daerah-daerah tersebut.

Disinggung mengenai besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk air bersih di tahun 2016 ini, ia enggan menyebutkan, bahkan, pihaknya berdalih jika belum tau pasti berapa anggaran yang akan disediakan.

”Saya tidak bisa menyebutkan besaran anggarannya, yang pasti dana tersebut tidak hanya bersumber dari anggaran daerah saja, melainkan dari provinsi dan pusat,” pungkasnya.