- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/02/2016

Polisi Bangkalan Tutup Sementara Kolam Pemandian Goa Pote Jaddih

lintasmaduranews - Setelah beredarnya foto-foto model wanita berpakaian bikini di Kolam Pemandian Goa Pote, Desa Jaddih, Kecamatan Socah yang sempat membuat ulama dan warga kesal, Polres Bangkalan bertindak tegas menutup sementara aktivitas di kolam, Selasa (23/2/2016).

Penutupan sementara kolam renang diambil setelah pihak polres datang ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemilik kolam renang, H Mustofa.

Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Pratolo menyatakan, penutupan sementara kolam renang dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemilik kolam. Alasan lain penutupan tersebut untuk menjaga kondusivitas Bangkalan, Madura, khususnya di Kecamatan Socah. "Agar tidak memunculkan suara - suara (masyarakat) kurang bagus yang menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkap Pratolo didampingi Kapolsek Socah AKP Sumono.

Selain faktor beredarnya foto - foto senonoh itu, penutupan sementara dilakukan lantaran pihak pemilik kolam renang belum mengantongi persyaratan perizinan dari Pemkab Bangkalan. "Dibuka kembali setelah melengkapi persyaratan perizinan atau setelah Pemkab Bangkalan mengeluarkan izin," jelasnya.

Pemilik kolam, H Mustofa mengaku belum belum mendapat surat ijin operasi dari pemerintah setempat dan menyatakan sudah sudah mengajukan perijinan beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum direspon.

"Sudah enam bulan saya mengajukan. Dua bulan kemudian dilakukan survei oleh pemkab. Namun, saat ini belum ada kejelasan," ujarnya.

Selaku pemohon, lanjutnya, dirinya tidak bisa memenuhi salah satu persyaratan perizinan berupa gambar detail konstruksi bangunan kolam renang. Sementara syarat lainnya telah dipenuhi. Itu dikarenakan, semua fasilitas pendukung mulai tebing dan kolam sendiri dibangun dengan fondasi perbukitan, tanpa konstruski. "Semua alami. Kolam awalnya dikeruk lantas ditempel keramik," paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya menunggu dukungan penuh Pemkab Bangkalan demi terealisasinya ikon wisata baru berupa kolam renang di perbukitan. "Sampai saat ini kami belum pernah me-launching kolam ini karena memang belum selesai. Tapi pengunjung sudah banyak, mau diapakan lagi," ungkapnya.

Selain itu, H. Mustofa juga berharap kepada pemerintah Bangkalan untuk mempermudah mendapatkan surat ijin karena kolam tersebut dibangun oleh warga lokal dan bukan investor."Saya ini bukan investor tapi warga lokal. Sedikit demi sedikit membangun kolam dari hasil kegiatan tambang galian C. Harusnya ada kemudahan pembuatan perizinan," harapnya.

Keterangan berbeda disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Bangkalan Rizal Moris. Menurutnya, pihak pengelola kolam belum melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

"Kalau pengajuan sudah. Namun pengelola sampai saat ini belum melengkapi berbagai kekurangan persyaratan izin sehingga permohonan izin belum diproses," ungkapnya sebagaimana dimuat di media surya.

Ia menjelaskan, kekurangan persyaratan dari pemohon, antara lain, peta satelit, hasil soundir tanah, uji laboratorium air, gambar detail konstruksi bangunan, dan dokumen lingkungan. "Kami tidak pernah mempersulit pemohon asalkan sesuai dengan aturan yang ada. Kegiatan usaha apapun tidak boleh beraktivitas sebelum ada izin dari pemkab," ungkapnya

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga angkat bicara dalam hal ini. Wakil Bupati Bangkalan Ir Mondir Rofii menyatakan, keberadaan kolam renang Goa Pote memang sudah sewajarnya tidak beroperasi untuk sementara selama belum melengkapi perizinan.  "Pada pertengahan tahun 2015, pihak pengelola pernah mengajukan permohonan perizinan dan sudah direspons oleh KP2T. Namun hingga kini, pemohon belum menyetorkan perlengkapan persyaratan yang dibutuhkan," katanya.