- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/02/2016

Sebanyak 5 Demonstran Guru Honorer K2 Meninggal Dunia

lintasmaduranews - Aksi unjuk rasa ribuan honorer kategori dua (K2) di depan Istana Merdeka, Jakarta, berakhir kemarin (12/2/2016). Tiga hari beraksi, mereka harus pulang ke daerah masing-masing tanpa hasil.

Tuntutan mereka agar diangkat menjadi CPNS belum mendapat respon dari Istana. Presiden Jokowi juga belum mau menemui Tim 9, delegasi massa yang dikoordinir Forum Honorer K2 Indonesia (FK2I) itu.


Jika pada dua hari aksi sebelumnya diwarnai isak tangis, kondisi kemarin lebih memilukan. Orasi tak sekeras sebelumnya, wajah-wajah lesu, capek, bergelesotan di ruas jalan utama depan Istana. Di depan gulungan kawat berduri. Beberapa di antaranya jatuh pingsan. Ada suara-suara histeris.

Pagi hingga siang, beberapa pimpinan aksi sempat mengabarkan ada dua anggotanya yang meninggal saat aksi di hari sebelumnya. Salah satunya bernama Dwi Handayani, honorer asal Magelang yang hamil tua. Satunya lagi honorer asal Banten.

Sore, Ketua Tim Investigasi FHK2I Riyanto Agung Subekti mengklarifikasi kabar yang berkembang. Pria yang akrab dipanggil Itong itu memastikan tidak ada anggotanya yang meninggal di lokasi demo depan Istana.

"Memang ada honorer K2 yang meninggal terkait demo. Namun mereka meninggal di daerahnya, tapi sudah niat mau ke Jakarta untuk demo," kata Itong.

Dia menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat, honorer K2 yang meninggal ada lima orang terdiri dari tiga orang di Mentawai, satu dari Jepara bernama Hana, dan satu dari Magelang Dwi Handayani. Sedangkan yang dari Pandeglang itu yang meninggal ortu honorer K2.

"Memang mereka‎ ini sudah berencana mau ke Jakarta. Seperti Hana dari Jepara mau siap-siap ke Jakarta tapi tiba-tiba kecelakaan. Sedangkan yang dari Mentawai, satunya punya penyakit jantung. Begitu melihat tayangan TV demo hari pertama langsung meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Denny Agung Setiawan menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya teman-temannya itu dan juga menyampaikan surat kepada Presiden.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Dua kawan kami sudah berpulang ke Rahmatullah. Mereka sakit saat demo dan tidak kuat. Satu korban dari Magelang sedang hamil tujuh bulan. Satu korban lagi laki-laki tua yang kecapean demo," paparnya, Jumat (12/2/2016).

Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia, Titi Purwaningsih, juga mengaku telah mendapat laporan bahwa ada 5 anggotanya yang meninggal dunia. "Satu orang asal Magelang, 3 orang asal Mentawai dan 1 orang asal Cipara," ujar Titi Purwaningsih.

Namun, ia memastikan 5 anggota yang meninggal itu bukan saat demonstrasi berlangsung. "Kalau selama aksi, saya pastikan enggak ada. Namun, mungkin saat menjalani perawatan, atau hal lainnya," kata Titi.
Titi menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan para guru dan pegawai honorer itu gugur dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka.

"Mereka datang dari jauh, tidur di emperan toko, di masjid, di bus, dan di pelataran parkir. Banyak yang sudah berumur tua," ucap Titi.

"Kami masih berkoordinasi, apalagi saya baru keluar Istana. Tapi laporan atas meninggalnya 5 orang itu memang benar. Sejak tanggal 10 Februari hingga hari ini (Jumat) sudah 5 orang meninggal, baik itu dalam perjalanan pergi atau pulang demo. Tapi saat demo berlangsung, tak ada yang meninggal," Titi menegaskan.


Inilah bunyi surat yang disampaikan kepada Presiden Jokowi di Istana Negara.

‎Dear JOKOWI SEMOGA ENGKAU MERASAKAN SAKITNYA SAKARATUL MAUT..Seperti yang dirasakan dua teman kami HONORER K2..Buka hatimu..buka nuranimu...jangan bungkam..JANGAN TUNGGU ALLAH MENGHUKUMMU..