- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/02/2016

Seorang Guru Ngaji di Desa Pasongsongan Sodomi 5 Santrinya

lintasmaduranews - Guru ngaji, AM (50) asal Dusun Morasen, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, digerebek warga sekitar, karena diduga telah mensodomi 5 santrinya.

Penggerebekan terhadap AM berawal dari kecurigaan warga, karena guru ngaji ini sering mengajak santri laki-laki masuk ke dalam kamar. Warga kemudian mengintai gerak-gerik tersangka. Saat AM mengajak masuk kamar salah satu santri ngajinya berinisial AG, warga mengintip dari luar.

Kecurigaan warga semakin besar, ketika mendengar suara desahan dari dalam kamar. Saat AM dipanggil-panggil dan diminta warga untuk keluar, guru ngaji itu tidak segera keluar. Warga kemudian mencoba mengintip dari lubang kunci. Ternyata kecurigaan warga benar. AM tengah mencabuli santri ngajinya.

"Semula kami tidak percaya kalau tersangka ini tega melakukan hal itu pada santri ngajinya. Tapi setelah saya buktikan sendiri, ternyata benar, guru ngaji itu melakukan hal yang tidak pantas," sesal aparat desa setempat, Abd. Sa'ed, Kamis (11/02/16).

Saat AM keluar kamar dan dicecar dengan pertanyaan warga, AM mengaku tidak berbuat apa-apa di dalam kamar bersama santrinya, AG. Namun warga tidak begitu saja percaya pada pengakuan AM. Warga kemudian memanggil sejumlah santri yang diduga juga telah menjadi korban sodomi AM.

"Setelah korban-korban AM dihadirkan di hadapan AM, akhirnya ia mengakui perbuatan tidak senonohnya pada sejumlah santri. AM kemudian diadili di balai desa, dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tidak pantas itu," ungkapnya.

Versi warga, sedikitnya ada 5 santri ngaji AM yang pernah dicabuli dan disodomi. Mereka rata-rata siswa kelas VI SD dan SMP.(beritajatim)