- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/02/2016

Terlibat Kasus Narkoba dan Asusila, Anggota Kodim Sumenep Diberhentikan

lintasmaduranews - Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat mendapat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Komando Militer (Kodam) V Brawijaya, Rabu (17/2/2016). Tiga prajurit TNI Angkatan Darat tersebut di antaranya satu prajurit tingkat Bintara dan dua prajurit tingkat Tamtama.

"Saya telah melakukan pemecatan tiga prajurit Kodam V Brawijaya. Satu berpangkat Sersan Kepala, dua berpangkat Tamtama," terang Pangdam V Brawijaya - Mayor Jenderal TNI Sumardi, Rabu (17/2/2016).

Mayjen Sumardi menjelaskan, sanksi PTDH dilakukan karena ketiga prajurit tersebut terlibat kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang narkoba dan ksusus asusila.

 "Pada intinya, TNI Angkatan Darat tidak mentolelir, bertindak tegas kepada semua, baik itu tentaranya, maupun PNS-nya yang terlibat narkoba akan ditindak tegas, dan sampai dengan pemecatan," imbuhnya.

Dijelaskannya, jika prajurit TNI harus menjunjung tinggi kedisiplinan. Pelanggaran dalam bentuk apapun, akan ada sanksi yang diberikan. Diharapkan dengan sanksi terberat ini, dapat menjadi pelajaran bagi prajurit lain maupun PNS TNI.

"Begitu juga pelanggaran pelanggaran lain, di TNI itu adalah tabu melaksanakan asusila dengan keluarga TNI, tidak boleh. Dengan yang lain saja tidak boleh apalagi dengan keluarga TNI, pasti hukumnya akan dipecat," terangnya.

Tiga prajurit TNI AD yang menerima PTDH melalui upacara tadi pagi adalah, Serka Didik Afandi anggota Kodim Sumenep atas kasus narkoba. Dua prajurit lainnya atas kasus asusila, dari Yonif Mekanis, masing masing Praka Melkisedek Buiswarin, dan Praka Gunawan.