- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/02/2016

Terungkap, Inilah Motif dan Pelaku Pembacokan Pengemudi Sedan di Bangkalan

lintasmaduranews - Terjawab sudah pertanyaan masyarakat sekitar terkait siapa pembacok pengemudi sedan dan apa motifnya sehingga terjadi pembacokan itu di Jalan Pahlawan, Embong Miring, Kecamatan Burneh pada Rabu (17/2/2016) lalu

Motif pembacokan sopir mobil sedan Honda Ceilo, Agus Syaiful (35), warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh itu terungkap setelah pelaku, M (31) dibekuk Satreskrim Polres Bangkalan.

Pelaku pembacokan ternyata masih satu keluarga dengan korban. Pelaku membacok korban lantaran dirinya tak kuasa menahan emosi ketika melihat istrinya berada dalam mobil korban.

"Nenek saya dengan nenek Agus (korban) saudara kandung. Tapi saya kesal ketika melihat istri saya berada di dalam mobilnya," ungkap M dalam rilis di lobi Mapolres Bangkalan, Senin (22/2/2016).

Ia mengaku, informasi hubungan gelap antara Agus dan istrinya mulai berkembang sejak Natal 2015 silam. Namun sempat dimediasi oleh keluarga besarnya lantaran masih terikat hubungan keluarga.

"Dia disumpah di bawah Alquran dan bilangnya tidak tahu keberadaan istri saya. Saat itu perasaan saya plong. Ternyata berbohong karena setelah itu, saya melihat istri di dalam mobilnya saat melintas di Kota Bangkalan," jelasnya.

Mengetahui itu, perasaan M berkecamuk. Terlebih ketika dirinya teringat lima anaknya, hasil pernikahan bersama istrinnya. Kasus penganiayaan itu juga membatalkan niatnya pergi berlayar untuk mencari nafkah pada Maret 2016.

"Istri saya meninggalkan si bungsu sejak usia tiga bulan. Kasihan anak - anak saya. Luka - luka di sekujur tubuh Agus, saya yang membacoknya," tuturnya dengan serak.

Ia pun menceritakan detik - detik sebelum melakukanpembacokan di Jalan Pahlawan, Embong Miring, Desa Langkap pada Rabu (17/2016). Saat melihat mobil Honda Ceilo berwarna hijau M 1940 AB milik Agus, ia mencoba menanyakan kembali keberadaan istrinya.

Niat membacok korban saat itu, belum terbesit di benaknya. Namun niat itu tiba - tiba muncul ketika Agus kembali berbohong dengan mengatakan tidak mengetahui keberadaan istrinya.

"Saat itu saya langsung naik pitam. Ku tusukkan keris ke dadanya, tapi keris bengkong. Ia coba tancap gas tapi ku seret dia keluar mobil dan saya bacok," paparnya.

Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan leher belakang hingga 15 centimeter (cm), luka bacok di bahu sepanjang 7 cm, lengan kiri dan kanan 10 cm, tangan kanan 10 cm, dan bagian lutut 10 cm. Korban akhirnya di rujuk ke rumah sakit di Surabaya setelah sempat dirawat di IRD RSUD Syamrabu Bangkalan.

M akhirnya dibekuk di rumahnya, Sabtu (20/2/2016) di rumahnya. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa mobil korban, selongsong celurit, selongsong keris, selongsong pisau, dan baju korban.

"Kami masih mengejar pelaku lainnya karena lebih dari satu pelaku," ungkap Kasubag Humas Polres Bangkalan AKP Ipung Abdul Muiz.

Atas perbuatan main hakim sendiri, M terancam hukum 9 tahun penjara lantaran melanggar Pasal 170 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan.

"Korban saat ini masih dalam perawatan di RSD Dr Soetomo Surabaya," pungkasnya.