- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/02/2016

Wakil Bupati Bangkalan Nyatakan Ada Komunitas Gay di Universitas Trunojoyo Madura

lintasmaduranews - Komunitas penyuka sesama jenis atau yang biasa dikenal dengan sebutan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) ditenggarai berkembang di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Informasi keberadaan komunitas terlarang di kampus ternama di Madura ini dikatakan oleh Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofii, Selasa (16/2/2016).

“Saya dapat laporan, komunitas LGBT berkembang di kawasan Desa Telang, Kamal Bangkalan. Sekitar hunian mahasiswa UTM. Tapi memang saya belum mengecek langsung ke lapangan,” terang Mondir Rofii sebagaimana ditulis media maduracorner.com. 

Ketua DPC PKB Bangkalan ini mengaku belum melakukan kroscek terkait informasi tersebut. Namun dalam waktu dekat, instansi terkait akan diutus untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Kalau benar ada, tentu kami akan mengambil sikap. Seperti apa sikapnya, kami akan koordinasi dengan pihak/lembaga yang paham betul dengan LGBT. Karena LGBT ini kan penyakit, pasti ada solusinya,”papar Mondir. 

Pernyataan Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofii tersebut mendapat pembenaran dari sejumlah pihak. Salah satunya dikatakan oleh salah satu alumnus UTM, HR (27) warga Kelurahan Demangan Bangkalan.
Ia tidak memungkiri jika sejumlah mahasiswa UTM mengalami kelaianan seksual. Bahkan, mereka tidak segan-segan mengaku sebagai penyuka sesama jenis. 

“Kadang mereka yang suka sesama jenis ngumpul di kantin fakultas hukum. Yang saya tahu pasti komunitas gay (penyuka sesama lelaki),”terang HR sebagaimana dilansir maduracorner.com, selasa (16/2/2016).

Menurutnya, topik obrolan mereka seputar kisah asmara dengan pasangan masing-masing, layaknya mahasiswa normal. 

“Ya saya pernah nguping pembicaraan mereka, mereka saling curhat. Seperti halnya kita para cowok normal sering ngobrol tentang cewek, mereka juga ngobrol mengenai cowok idaman mereka”,jelas HR sambil terkekeh-kekeh.

Tidak jarang pula, komunitas ini membahas tentang pemberian hadiah dari pasangan mereka. “Kalau mengenai itu, biasanya mereka mendapat hadiah dari teman kencan mereka yang asal Surabaya. Salah satunya ya diberi sepeda motor”,papar HR lagi sembari menyebut nama seorang mahasiswa UTM yang pernah menerima hadiah kencan tersebut.

HR menceritakan, suatu kali dirinya cangkruk di kantin salah satu fakultas di UTM. Saat itu datang seorang mahasiswi dan berbicara akrab dengan HR. Di sela-sela perbincangan tersebut, HR merasa mendapat lirikan terus menerus dari seorang mahasiswa yang sedang bergerombol di kantin tersebut.

“Dan di kemudian hari, saya baru mendapat penjelasan dari teman cewek saya tadi. Bahwa cowok yang melirik tadi katanya naksir saya karena dia penyuka sesama jenis”,ujar HR sambil tertawa dan sesekali memisuh.

Mahasiswa yang baru lulus 2015 ini menambahkan, komunitas penyuka sesama lelaki di UTM juga memiliki rasa cemburu layaknya pasangan kekasih normal pada umumnya. “Mereka juga cemburu kalau pasangannya dekat dengan laki-laki lain,”pungkasnya sambil tertawa‎.