- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/03/2016

Daging Babi Dijual Bebas di Kota Gerbang Salam

lintasmaduranews - Daging Babi yang diyakini sebagai barang haram oleh ummat Islam beredar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang notabeni sebagai kota Gerbang Salam. Penemu daging Babi yang dipasarkan secara bebas di Swalayan ABC Jalan Jokotole itu adalah Abd Halim warga setempat. Ia menjelaskan, banyak kemasan yang berbeda merk.

“Ini ada delapan kaleng dari bermacam produk langsung saya beli untuk saya laporkan,” katanya, Selasa (8/3/2016).

Anehnya, tambah Halim, peredaran daging hewan haram itu beredar di Kabupaten yang berjargon Gerbang salam, sementara masyarakat yang non muslim bisa dihitung dengan jari.

“Disini mayoritas muslim jadi tolong hargai kami, apapun alasannya itu haram bagi kami,” tegas pemuda yang aktif sebagai anggota ormas Islam itu.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Pamekasan Hendradi mengatakan, tidak ada aturan yang melarang tentang penjualan bahan makanan mengandung babi dimana pun. Termasuk di Pamekasan. 

"Tidak ada masalah soal penjualan bahan daging babi. Hanya saja di Pamekasan bermasalah karena ada yang mempersoalkannya," kata Hendradi, Selasa (8/3/2016). 

Hanya saja, imbuh Hendradi, penjualan bahan makanan mengandung babi di Pamekasan perlu dipilah sehingga masyarakat muslim tahu dan tidak terlanjur membelinya. Di samping itu, Pamekasan sebagai daerah yang menganut Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbangsalam), secara moral dan etika tidak dibenarkan. 

"Seharusnya penjualnya menghormati dan tidak menjual bebas seperti bahan makanan lainnya," imbuhnya.
Untuk itu, Disperindag Pamekasan akan melakukan penyisiran di sejumlah swalayan di Pamekasan untuk menghindari penjualan bahan makanan mengandung daging babi. 

Sementara pengelola swalayan ABC Handoko membenarkan bahwa swalayan yang ia kelola menjual barang berbahan daging babi, hanya saja di tempat produk tersebut sudah tertulis jelas berbahan babi. “Itu diatasnya sudah ada tulisan berasal dari babi,” katanya.

Kasat Intel Polres Pamekasan Iptu Slamet Harianto menyayangkan terhadap swalayan yang menjual secara bebas produk berbahan babi tersebut. “Sebenarnya tidak melanggar aturan, hanya saja tidak elok karena disini kota gerbang salam,” katanya saat menerima laporan warga tersebut.

Temuan daging babi itu juga mendapat tanggapan dari Ketua Laskar Pembela Islam (LPI) Kabupaten Pamekasan, Abdul Aziz. Pihaknya mempersoalkan penjualan daging babi secara bebas lantaran mayoritas warga Pamekasan beragama Islam.

"Seharusnya tidak dijual bebas, peminatnya juga sedikit. Kan bisa dijual secara order saja," kata Abdul Aziz, Selasa (8/3/2016).

Abdul Aziz menambahkan, dikhawatirkan ada orang awam yang tak bisa membedakan mana daging babi dan lainnya. Maka dipastikan mereka akan mudah tertipu. "Apalagi di Pamekasan sedang menggalakkan penerapan syariat Islam yang diwujudkan dalam Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami," imbuhnya.