- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/03/2016

Dewan Sumenep Minta BPRS Membuka Cabang di Kepulauan

lintasmaduranews - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta kepada pihak terkait untuk membuka Cabang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar di sejumlah Kepulauan Sumenep.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep asal Kepulauan Kangean, Badrul Aini menilai bahwa saatnya BPRS melakukan pengembangan sayap dengan cara membuka Kantor Cabang diberbagai Kecamatan, termasuk di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.

"Kami yakin, kalau ada Kantor Cabang BPRS Bhakti Sumekar di kepulauan Kangean, bisa meningkatkan perekonomian warga setempat. Seperti yang telah dilakukan di Pulau Sapeken,"katanya.

Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya laju perekonomian akibat timbal balik dari pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sebab, dana CSR yang dikeluarkan oleh BPRS dikelola di Kabupaten Sumenep, karena selain BPRS merupakan salah satu BUMD, juga kantor pusatnya berada di Sumenep, sehingga program yang diberikan melalui dana CSR sesuai dengan keingian warga setempat. Apalagi BPRS telah menyumbangkan PAD sekitar Rp. 6 milyar setiap tahunnya.

”Berbeda dengan perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yang lain, pengelolaan CSRnya dilakukan oleh kantor pusat. Sementara kantor pusatnya diluar Sumenep,”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko membenarkan jika selama ini tidak semua kecamatan kepulauan dibuka Kantor Cabang.

"Pembangunan Kantor Cabang baru ada mekanisme tersendiri yang harus dipatuhi, salah satunya kesiapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kesiapan teknologi, permodalan awal, infrastruktur, kualitas dan kesiapan SDM, dan juga ketersediaan lahan yang akan dijadikan tempat perkantoran,"tukasnya.

Sedangkan berdasarkan persyaratan lama, untuk pembukaan Kantor Cabang baru harus mempunyai modal awal sebesar Rp. 500 juta. Dan untuk modal yang akan disimpan pinjamkan kepada masyarakat tidak terbatas, sesuai dengan hasil kesepakatan diantara BPRS dengan pemilik saham.

”Jadi, untuk membuka Kantor Cabang baru masih banyak pertimbangan, karena kita bergerak dibidang perbankan, berbeda dengan pembukaan kantor non bank, asal ada kantor bisa langsung beroperasi,” tegasnya. I

Dia mengaku, ke depan pihaknya akan terus berbenah, bahkan saat ini tengah melakukan koordinasi untuk membuka Kantor Cabang baru di sejumlah Kecamatan yang berpotensi untuk meingkatkan perekonomian, termasuk di Pulau Kangean.

"Sesuai rencana awal, rencana pembangunan itu akan dilakukan di akhir tahun 2016 atau paling lambat ditahun 2017. Kami berharap akhir tahun ini bisa beroperasi,”pungkasnya.