- - - -
Facebook  Twitter  Google+

06/03/2016

Inspektorat Sumenep Siap Periksa Camat Masalembu

lintasmaduranews - Inspektorat Sumenep mengaku siap melakukan pemeriksaan terhadap Camat Masalembu, Faruk Hanafi yang dikabarkan bolos berbulan-bulan.

"Kami akan memanggil yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan, apabila ada laporan. Tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait tidak masuknya Camat Masalembu selama berbulan-bulan," kata Inspektur Inspektorat Sumenep, R. Idris, Minggu (06/03/16).

Ia menjelaskan, sesuai aturan, mekanisme pemeriksaan terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga melakukan tindakan indisipliner memang harus diawali dengan adanya laporan resmi.

"Laporan ke pemerintah daerah dalam hal ini Bupati, akan menjadi dasar kami untuk bergerak. Dari laporan itu, pemerintah daerah akan merekomendasikan ke inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap PNS yang dilaporkan," ujarnya.

Menurutnya, apabila dari hasil pemeriksaan itu PNS yang dilaporkan terbukti melakukan kesalahan, maka akan dijatuhi sanksi sesuai undang-undang kepegawaian.

 "Sanksinya tergantung pada tingkat kesalahan yang dilakukan. Kami akan menyesuaikan sesuai aturan yang ada," tegasnya.

Semntara Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep mengaku menerima pengajuan surat keterangan dokter dari Camat Masalembu, Faruq Hanafi. 

"Kami baru menerima surat itu kemarin. Camat Masalembu mengajukan surat keterangan dokter, istirahat selama 10 hari," kata Kepala BKPP Sumenep, Titik Suryati, Jumat (04/03/16) 

Menurutnya, karena surat keterangan sakit tersebut 10 hari, maka pihaknya meminta agar yang bersangkutan mengajukan cuti sakit. "Kalau untuk surat keterangan sakit dari dokter itu maksimal 3 hari. Kalau lebih dari 3 hari, maka yang bersangkutan harus mengajukan cuti sakit," ujarnya. 

Sedangkan terkait informasi tidak masuknya Camat Masalembu selama berbulan-bulan, Titik mengaku tidak tahu, karena pihaknya tidak menerima surat ijin dari yang bersangkutan. 

"Kami tidak tahu kalau soal tidak masuknya Camat sebelum ini, karena tidak ada laporan maupun pemberitahuan pada kami," tandasnya. 

Sebelumnya, warga Masalembu mengeluhkan 'bolosnya' Camat setempat selama berbulan-bulan. Versi masyarakat, Camat Masalembu tidak pernah ngantor sejak 15 Desember 2015. Yang bersangkutan hanya melayangkan surat dokter berisi keterangan istirahat selama 10 hari ke badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP). Namun surat dokter tersebut diduga dilayangkan setelah yang bersangkutan ramai diberitakan di media.