- - - -
Facebook  Twitter  Google+

07/03/2016

Jokowi: Lawan Kebijakan Ilegal Israel yang Menyulitkan Rakyat Palestina

lintasmaduranews - Presiden RI Joko Widodo menyerukan kepada seluruh anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu menjalankan rekonsiliasi di Palestina.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa OKI dibentuk karena adanya kebutuhan mendukung perjuangan Palestina. OKI harus menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah.
Seruan itu disampaikan Jokowi dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Dalam awal pidatonya, Jokowi mengutip pidato Presiden pertama RI Soekarno yang menegaskan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

"Kami bangsa Indonesia konsisten dengan janji tersebut. Hari ini, Indonesia berdiri bersama dengan negara-negara OKI untuk meneruskan perjuangan yang belum selesai itu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dunia prihatin dengan memburuknya situasi di Palestina sekarang. Banyak kebijakan sepihak dan ilegal, serta hukuman kolektif Israel semakin menyulitkan rakyat Palestina.
Akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa di Jerusalem juga dibatasi. Rakyat Palestina semakin tidak berdaya. Situasi kemanusiaan di wilayah-wilayah pendudukan semakin memburuk.

"Situasi tersebut harus bersama-sama kita hadapi, kita lawan. Untuk berjuang diperlukan kesatuan. Kita harus bersatu, Palestina harus bersatu, Palestina harus rekonsiliasi. Indonesia siap membantu proses rekonsiliasi ini," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, batas toleransi masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina sudah lama berakhir.

Sebagai bagian dari masyarakat internasional, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan ilegalnya di wilayah pendudukan.

Indonesia dan dunia Islam, kata Jokowi, siap melakukan langkah-langkah konkret untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif.

Menurut Presiden Jokowi, dunia Islam membutuhkan dukungan dari PBB sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Dunia Islam kembali menyerukan agar proses perdamaian jangan ditunda-tunda lagi untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui “Solusi Dua Negara”.

"Saya ingin mendengar pandangan Yang Mulia dan para delegasi atas pandangan saya tersebut. KTT ini merupakan momentum penting bagi dunia Islam merespons situasi yang dihadapi rakyat dan bangsa Palestina dewasa ini dengan langkah konkret. Indonesia akan selalu berada di garis terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina," kata Jokowi. 
 
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjuk Nyonya Maha Abou Susheh selaku Konsul Kehormatan RI untuk Palestina.

Dalam dalam waktu dekat Indonesia akan meresmikan kantor Konsulat Kehormatan RI di Ramallah, Palestina.