- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/04/2016

3.000 Rumah Warga Sampang Terendam Banjir

lintasmaduranews - Sebanyak 3.000 rumah warga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terendam banjir sedalam 1 meter – 1,5 meter. Masing-masing rumah berada di sekitar enam desa dan tiga kelurahan, di Kecamatan Omben dan Kecamatan Kota.

Tidak hanya rumah warga yang terendam air, lembaga pendidikan eperti SDN Rongtengah I, SDN Rongtenah II, SDN Dalpenang I, SDN Gunung Maddah III dan SMP negeri 6, yang terletak di Jl Imam Bonjol juga terendam.

Air yang meredam rumah warga dan lembaga pendidikan tersebut merupakan luapan dari sungai Kemuning lantaran hujan selama dua hari yaitu kemarin pukul 05.00 dan harini ini Rabu (13/4/2016) pukul 03.00 WIB.

Menurut Samsudin (40), warga Jl Melati, yang rumahnya terendam setinggi 1,5 meter, malam harinya ia sudah memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi, yakni di atas pagar. Namun untuk tempat tidur dan sebagian kursi dibiarkan tenggelam, karena tidak mungkin dipindah.

“Sebagian warga yang berada sudah mengantisipasi sejak awal dari ancaman banjir. Mereka membangun rumah berlantai dua. Begitu rumahnya kebanjiran, tinggal memindahkan barangnya ke lantai dua. Sedang saya tidak, karena belum punya banyak uang untuk bangun rumah berlantai dua,” kata Samsudin Rabu (13/4/2016).

“Meski banyak rumah yang terendam banjir, namun sebagia barangnya sudah dipindah lebih dulu, karen kami sebelumnya memberikan peringatan kepada warga terhadap ancaman banjir. Dan kami sudah perintahkan satuan kerja kami, agar memberikan bantuan nasi bungkus buat mereka,” kata Kepala BPBD Sampang, Wisno Hartono.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Sammpang, Malik Amrullah, mengatakan, untuk membantu meringankan warga yang terdampak banjir ini, pihaknya membuat dapur umum, di posko pelayanan di kawasan Jl Semeru.

Dikatakan, jika dalam musibah banjir ini terdapat rumah warga yang rusak akan diberikan bantuan, asal diusulkan pihak kelurahan atau desa melalui camatnya.

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas kendaraan bermotor dari arah Pamekasan ke Surabaya dan sebaliknya di jalur kot ditutup dan dialihkan ke Jl Syamsul Arifin dan Jl Makbul. Sementara kerugian yang diderita akibat banjir ini masih dalam pendataan. (sam)