- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/04/2016

Anggaran Milyaran Rupiah, Pembangunan Pasar Anom Sumenep Belum Tuntas


lintasmaduranews - Proyek pembangunan Pasar Anom Sumenep sejak tahun 2011 sampai saat ini belum selesai, padahal pemerintah Sumenep sudah mengeluarkan dana dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah sebesar Rp 24,5 miliar dari total rencana anggaran Rp 40 miliar.

Pada anggaran tahun 2011 lalu, Pemkab Sumenep telah mengucurkan dana sebesar Rp 8,1 milyar untuk pembangunan pondasi untuk 800 tiang pancang yang akan menopang bangunan gedung dua lantai. Namun hancur berantakan karena bangunan dinilai bermasalah sehingga harus dihentikan.

Pada tahun 2012, Pemkab Sumenep kembali menganggarkan Rp 17 miliar untuk melanjukan pembangunan pasar Anom baru jilih II. Namun kembali tidak terwujud karena persoalan intern pengerjaan proyek tersebut bermasalah sehingga rencana bangunan yang hanya berupa tiang-tiang tidak terwujud.

Tahun 2015 lalu, Pemkab Sumenep terpaksa menyerahkan kelanjutan pembangunan Pasar Anom Baru tersebut ke pihak ketiga yakni PT Trisna Karya sebagai kontraktor pelaksana dengan PT Mitra Abadi Jaya Engenering selaku investor. Pihak ketiga berjanji akan menyelesaikan pada akhir tahun 2015 lalu.

Namun hingga memasuki bulan ke empat tahun 2016 ini, kondisi bangunan pasar Anom Baru tersebut masih belum juga rampung. Bahkan pihak ketiga yakni PT Trisna Karya menunda lagi penyelesaiannya diperkirakan bulan Juli 2016 . "Insyaallah sesuai rencana, pada bulan Juli tahun sudah selesai dan sudah bisa digunakan," papar Maryadi, Manager PT Trisna Karya, Selasa (12/4/2016).

Dikatakan, saat ini proses pembangunannya sudah hampir selesai bahkan sudah mencapai 80 % dan proses pengerjaan proyeknya terus jalan. ‘’ Semoga tidak ada kendala lagi, sehingga kita bisa selesai tepat waktu,’’ imbuhnya.

Selama ini, Maryadi membeberkan, proses terlambatnya penyelesaian pembangunan pasar Anom Baru Sumenep itu, karena adanya proses pembongkaran beberapa toko di sekitar bangunan pasar Anom Baru yang juga terkena areal pembangunan gedung tersebut.

"Proses memindah toko di sekitar lokasi bangunan gedung itu memakan waktu tiga bulan. Jadi memang ada kendala, sehingga ini molor proses penyelesainnya," pungkasnya.

Sedang Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah ( DPPKA ), Didik Untung Syamsidi mendorong kontraktor segera menyelesaikan pembanguan pasar Anom Baru Sumenep. Karena selama ini, sejak belum selesainya bangunan gedung tersebut kondisi pasar Anom Baru semraut.

‘’Selain itu, kita menginginkan agar para pedagang pasar Anom Baru yang menjadi korban kebakaran tahun 2007 lalu bisa normal berjualan kembali dengan suasana yang nyaman,’’ papar Didik.