- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/04/2016

Bupati Sumenep Diminta Memberantas Mafia Pemotongan Dana di Disdik

lintasmaduranews - Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si diminta untuk memberantas mafia pemotongan dana di Dinas Pendidikan setempat. Permintaan tersebut dilakukan oleh  Aktivis Sumenep Corruption Wacth (SCW) sehubungan dengan Bupati ngantor di Dinas Pendidikan mulai Senin (11/4/2016) ini.

"Jangan hanya ngantor saja di Disdik Sumenep, tapi Bupati harus mampu memperbaiki sistem di dalamnya, karena banyak temuan yang merugikan negara, "kata Junaedi, Aktivis SCW, Senin (11/4/2016) ini.

Ia menuturkan, mafia di Disdik itu terstruktur, sehingga sulit dilakukan perbaikan. Diantaranya dugaan pemotongan dana pendapatan kesejahteraan para guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar Rp. 5.000,00 setiap bulan.

"Setiap bulannya para guru PNS Golongan III menerima tunjangan sebesar Rp.150.000,00/bulan, kemudian dipotong pajak 5 persen menjadi Rp.142.500,00 tapi faktanya tunjangan hanya diberikan Rp. 137.500,00. Jadi, Rp. 5.000,00 dihilangkan oleh oknum di Disdik Sumenep,"terangnya.

Selain itu, lanjut Junaedi, hasil investigasi yang dilakukannya, juga ditemukan adanya upeti kepada Kepala UPT sebesar Rp. 25.000,00, dengan sasaran guru honorer yang masuk Kategori Dua (K-2).

"Mafia yang kami beberkan ini masih sebagian kecil di Disdik Kabupaten Sumenep. Makanya, sistem di Disdik sudah saatnya dirubah,"tegasnya.