- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/04/2016

Mahasiswa Sumenep yang Diduga Memiliki Sabu-Sabu Terancam DO

lintasmaduranews - Kepolisian Resor (Polres) Sumenep kembali mengamankan dua orang tersangka yang diduga memiliki, menyimpan dan menguasai sabu-sabu seberat 0,14 gram.

“Kedua tersangka tersebut yakni MFE (22) warga Desa Banjar Timur Kecamatan Gapura yang masih berstatus MahasiswaUnivesitas Wiraraja dan JS (28) warga Desa Panagan Kecamatan Gapura Sumenep,” jelas Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanudin, Rabu (20/4/2016).

Kedua tersangka tersebut diamankan di Depan Balai desa Paberasan di Jalan Gapura Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep. Penangkapan tersebut tandas Kasubag Humas merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, bahwa di area itu akan dijadikan sebagai transaksi sabu.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwasanya disana (balai Desa, red) akan dijadikan tempat transaksi sabu,” imbuhnya.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu kantong plastik kecil berisi sabu seberat kurang lebih 0,14 gram, yang sebelumnya dibuang di kaki MFE. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, MFE dan JS dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman kurungan diatas 5 tahun.

“Barang bukti yang berhasil kami sita dari keduanya yakni 1 kantong plastik kecil sabu seberat 0,14 gram, dua unit Hand Phone, dan satu unit sepeda motor dengan nopol M2230 XH beserta STNKnya. Saat ini mereka tengah dalam penyidikan untuk proses lebih lanjut,” paparnya.

Sementara Pembantu Rektor III Unija Sumenep Dedy Arfianto mengatakan, akan menidaklanjuti kasus tersebut bahkan akan melakukan proses secara hukum. Namun pihaknya terlebuh dahulu akan mengumpukan data yang sebenarnya.

“Akan kami kroscek mas ke Fakultasnya, kalau yang bersangkutan ternyata bukan mahasiswa kami, maka akan kami tuntut dengan pasal pencemaran nama baik kepada Unija,” tandasnya, Kamis (21/4/2016). 

“Akan kami kroscek mas ke Fakultasnya, kalau yang bersangkutan ternyata bukan mahasiswa kami, maka akan kami tuntut dengan pasal pencemaran nama baik kepada Unija,” tandas Pembantu Rektor III Unija Sumenep Dedy Arfianto, Kamis (21/4/2016).

Menurutnya, hal tersebut merupakan pencemaran nama baik kepada Universitas dan Yayasan, namun jika terbukti memang MFE Mahasiswa Unija, maka secara otomatis yang bersangkutan akan di drop out (DO).

“Pasti akan langsung di do mas, karena merupakan kode etik kampus, dan itu tidak hanya berlaku pada Mahasiswa saja, tetapi Dosen dan seluruh civitas akademik,” tegasnya.