- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/04/2016

Maka Warga Kangean Ditemukan Meninggal di Jalan, Motifnya Diduga Punya Santet

lintasmaduranews - Maka (60) warga Dusun Gunung, Desa Timur Jang-Jang, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur ditemukan meninggal mengenaskan di jalan setapak desa setempat, Jumat (22/4/2016).

Kondisi jasad korban mengenaskan, bahkan alat kelaminnya dipotong dan diduga dibuang oleh pelaku.
Penganiayaan tersebut diduga karena tuduhan korban mempunyai ilmu hitam, karena sebelum kejadian yang mengegerkan warga sekitar itu isu-isu berkembang yang mengarah kepada korban.

Korban diduga punya ilmu santet yang dituding menjadi penyebab warga sakit dan meninggal dunia tidak wajar.

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh Musahwi warga sekitar dan masih tetangga korban. Waktu itu, Musahwi sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian. Ia terkejut ketika ia melihat sesosok tubuh manusia di semak-semak di depannya.

"Semula mengira itu potongan batang pohon, tetapi setelah didekati ternyata tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa lagi," ujar Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin, seperti yang disampaikan Musahwi, saksi mata penemuan jasad itu.

Musahwi segera pulang dan langsung melaporkan ke aparat desa setempat dan kepolisian.
Warga bersama aparat desa langsung mendatangi lokasi ditemukannya mayat tersebut. Setelah diperiksa, ternyata mayat tersebut bernama Maka yang juga masih warga setempat.

"Mayat korban, kemudian dievakuasi oleh aparat desa dan aparat keamanan ke Puskesmas Kecamatan Kangayan untuk menjalani visum," jelasnyasebagaimana dimuat Surya, Jumat (22/4/2016).

Hasil visum, korban diduga kuat dianiaya oleh seseorang yang saat ini belum diketahui. Ia meninggal karena luka-luka di sekujur tubuhnya, terdapat luka robek akibat bacokan pada bagian kepala, dahi, telinga, pipi, lengan tangan kiri atas, punggung, serta lengan kiri bawah korban patah. Bahkan alat kelaminnya dipotong. 

Istri korban, Sa'aya (55) dan anaknya Hansa (40) tak kuasa menahan tangis saat korban diserahkan oleh aparat keamanan dan petugas kesehatan untuk dimakamkan.

"Kok tega-teganya membunuh suami saya, padahal kami tidak punya musuh dan merasa tidak pernah bertikai dengan siapapun," kata istri korban.

Pihaknya berharap polisi mengungkap siapa pelaku penganiaya suaminya. Dan menghukum dengan seberat-beratnya karena telah berbuat keji kepada orang yang tidak bersalah.

Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Kasubbag Humas, AKP Hasanuddin, mengaku kalau saat ini pihaknya sedang memeriksa saksi yang menemukan korban pertamakali serta beberapa keluarga korban.

"Motifnya belum jelas karena apa, cuma isu yang beredar di luar karena tuduhan punya ilmu santet. Karena itu, tentu setelah diketahui pelakunya akan diketahui motifnya apa, kami masih sedang olah TKP juga," katanya.