- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/04/2016

Peserta Audisi Sunsilk Hijab Asal Bangkalan Menampilkan Tari Kripik

lintasmaduranews - Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 Surabaya tahap kedua sudah berlangsung sejak pagi tadi di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu (10/4/2016). Peserta ajang pencarian bakat muslimah itu tak hanya unjuk bakat menyanyi tapi juga menari, mengaji, serta bela diri.

Salah satu hijabers yang cukup unik pada audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 kali ini adalah Sitti Lailatul Fajriyah asal Desa Socah, Bangkalan Madura. Ia menampilkan bakat tari dengan menggunakan perlengkapan keripik berukuran besar yang dibawanya dari Madura.

Mahasiswi Universitas Trunijoyo yang akrab disapa Leli itu melakukan kombinasi tarian tradisional dengan musik barat. Ia membawakan tari 'Keripik Tangguk' hasil karyanya sendiri. Menggunakan perlengkapan keripik asli, Leli tampil percaya diri memamerkan kebolehannya menari di depan juri utama yakni Dian Pelangi dan Lulu Elhasbu.

Aksi Leli mendapat pujian sekaligus kritik dari Dian. Desainer berdarah Palembang itu mengatakan bahwa perlengkapan keripik yang dibawanya kurang sesuai dengan tariannya. Keripik juga kurang bagus menjadi perlengkapan tari terutama bila ingin go international.

"Tarinya bagus tapi kalau bisa perlengkapannya yang memang biasa dipakai menari terutama kalau mau masuk internasional," komentar Dian, Minggu (10/4/2016).

Wanita 23 tahun itu mengatakan tari keripik tersebut memang merupakan hasil karyanya sendiri. Keripik dipilihnya karena makanan itu merupakan khas Madura yang merupakan kota tempat tinggalnya.

Leli mengaku memiliki sanggar tari di Madura. Ia sudah mempunyai sekitar 50 murid di sanggarnya. Leli juga sering menjadi pelatih tari di sekolah-sekolah, ia biasa mengajarkan tari tradisional.

Saat berbincang dengan Wolipop, Leli menuturkan puas atas penampilannya. Ia berharap bisa maju ke babak selanjutnya. (lan)