- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/04/2016

Ratusan Warga Giligenting Tuntut Pemkab Sumenep Segera Bangun PLTD

lintasmaduranews - Ratusan warga pulau Giligenting menuntut pemerintah Kabupaten Sumenep segera mempercepat pembangunan pembangkit listrik di Giligenting karena selama ini warga Giligenting hanya menerima janji namun pemerintah tidak menepatinya.

Massa aksi berangkat dari pulau Giligenting pagi hari, sekitar pukul 08.30 WIB sampai di pelabuhan Bluto, kemudian naik Pic Up menuju kantor DPRD Sumenep dan pemerintah kabupaten Sumenep. 

Dalam aksinya, selain berorasi massa membawa beberapa kertas karton yang berisi tuntutan dan kritikan terhadap pemerintah Sumenep, salah satu tulisan yang ada di karton tersebut yakni “DPRD Pembohong”.

“Kami meminta keseriusan dan percepatan pembangunan PLTD, pemkab harus menandatangani nota kesepahaman dengan kami agar jelas dan tertulis,” papar korlap aksi Romzah, Kamis (14/4/2016).

Menurutnya, dalam nota kesepahaman itu pihaknya menuntut agar janji pemkab dalam hal ini kantor Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM), yakni akan menganggarkan sebesar Rp 10 Milyar pada APBD 2017 mendatang, benar – benar dikhususkan untuk pembangunan PLTD.

“Selain itu kami juga meminta agar meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi jika APBD Kabupaten Sumenep dirasa tidak mampu, sehingga mendukung percepatan pembangunan PLTD di giliraje,” tandasnya.

Lebih lanjut Romzah mengatakan, masyarakat Giliraje sudah memimpikan agar bisa merasakan nyala listrik selama 24 jam seperti di wilayah daratan.

“Pemkab juga harus benar – benar serius dalam mengawal pembangunan PLTD itu, karena hingga saat ini dengan menelan anggaran sebesar Rp 3,8 M masih dibangun tiang – tiang listriknya saja, namun saat ini tiang – tiang tersebut sudah banyak yang roboh. Jika keinginan kami tidak diindahkan, maka jangan salahkan jika kami datang dengan massa yang lebih besar,” tukasnya.

Kepala kantor ESDM Abd Kahir yang menemui para pendemo menyetujui dan menandatangani nota kesepahaman yang diminta warga Giliraje tersebut.

“Wajar jika mereka (warga, red) melakukan aksi, karena kebutuhan listrik meruapakan hal yang vital,” jelas Kahir.

Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar kelistrikan di Giliraje segera terwujud, untuk tahun ini dipastikan pemasangan tiang – tiang listrik sudah selesai, dan ditahun 2017 mendatang akan dikonsentrasikan pada pembangunan jaringan dengan anggaran melalui APBD Rp 10 Milyar.

“Kami pasti akan berusaha maksimal akan tetapi juga perlu dukungan baik dari DPRD Sumenep sebagai Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemkab Sumenep untuk meloloskan besaran anggaran yang diajukan nanti,” Imbuhya.

Disinggung target beroperasinya PLTD di Giliraje, Kahir tidak bisa menyebutkan secara pasti karena dalam pembangunan PLTD tersebut dibagi menjadi 4 tahap, yakni Pembangunan tiang, jaringan, rumha listrik dan gensetnya.

“Kalau kami juga ingin cepat mas, tapi kan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan juga harus disesuaikan dengan kemampuan APBD kita, nggak tahu nanti jika ada dana -dana lain seperti CSR dan pihak ketiga,” pungkasnya.(sum)