- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/04/2016

Sirkuit Moto GP 2017 akan Dibangun di Madura

lintasmaduranews - Rencana Indonesia menjadi tuan rumah Moto GP 2017 di Sentul, Jakarta, sempat menyeruak. Namun kabar itu kembali meredup terakait kendala dana sharing antara pemerintah dan swasta. Kini muncul wacana baru, membangun sirkuit di Sumatera atau di Madura.

Informasi yang dihimpun Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebutkan, Madura bagian utara menjadi pilihan karena landscap-nya berdekatan dengan laut.

"Ada sumber dari kemenpora menyampaikan bahwa Madura layak dijadikan opsi (sirkuit Moto GP). Wacana itu menggelinding setelah rencana di Sentul terkendala sejumlah faktor, termasuk dana sharing," ungkap Humas BPWS Faisal Yasir, Minggu (10/4/2016).

Ia menjelaskan, Madura sisi utara dipilih karena selain memiliki panorama laut, datarannya landai dan indah.
Mirip dengan sirkuit Philips Island di Australia dan sirkuit Termas de Rio Hondo di Argentina.

"Madura menjadi opsi yang layak untuk dipertimbangkan. Jika terealisasi bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian Madura, baik di sektor wisata maupun multiplier effect lainnya," jelasnya.

Faisal mengaku telah mengomunikasikan wacana pembangunan Sirkuit Moto GP di Madura dengan Bupati Sumenep KH Abuya Busyro Karim beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Sumenep menyatakan siap dan akan membawa wacana tersebut ke pemerintah pusat melalui BPWS sebagai fasilitator.

"Beliau (KH Abuya Busyro Karim) bahkan sanggup menyediakan lahan berapa hekatre pun dalam waktu yang singkat," paparnya.

Dalam hemat Faisal, Sumenep mempunyai banyak lahan terbuka dengan panorama laut. Bandara Trunojoyo dan Hotel pun tersedia di kabupaten paling timur di Madura itu, kendati diperlukan sedikit pengembangan.
Disinggung terkait bakal adanya perempuan-perempuan seksi atau umbrella girls dan perayaan semprot sampanye di podium yang identik dengan glamor Moto GP, Faisal menyebut hal itu bisa dihilangkan.

"Seperti di Qatar tidak ada seremonial sampanye. Begitu pun pakaian umbrella girls, harus sopan dan mengikuti budaya di Madura yang agamis," pungkasnya.

Wacana sirkuit Moto GP di Madura disambut positif oleh Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi.

Namun, politisi Partai Hanura itu mengaku sirkuit itu lebih tepat jika dibangun di Kabupaten Bangkalan.
"Paling pas dibangun di sini (Bangkalan). Transportasi udara lebih dekat dengan Bandara Internasional Juanda. Bandara di Sumenepbelum siap," ungkapnya.

Ia menyatakan, hamparan lahan dengan view perbukitan dan panorama laut di Kabupaten Bangkalan cukup luas untuk pembangunan sirkuit balap motor paling bergengsi di dunia itu.

"Kebutuhan lahan 100 hektare hingga 200 hektare di sini ada. Kalau memang di-set plan Kemenpora ada, (Imam Nachrawi) sebagai putra Bangkalan harus memperjuangkan," katanya.

Ia memastikan, jika pembangunan sirkuit Moto GP terealisasi di Pulau Madura atau Kabupaten Bangkalan yang dipilih, akan mendongkrak perekonimian di Madura dan Jawa Timur.

"Soal umbrella girls, kita mau maju apa tidak? Tapi jangan sampai merusak budaya Indonesia. Pakai celana panjang atau bisa juga kenakan pakaian khas perempuan Madura," pungkasnya.