- - - -
Facebook  Twitter  Google+

20/05/2016

BNN Sumenep Libatkan Ponpes dalam Rehabilitasi Korban Narkoba

lintasmaduranews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep dalam melakukan rehabilitasi korban narkoba tidak hanya bekerja sama dengan pihak medis, melainkan juga melibatkan pihak pondok pesantren (Ponpes).

"Selain dari sisi medis, kami juga melihat dari sisi mental atau rohani dalam merehabilitasi korban narkoba. Olehkarena itu kami melibatkan unsur pondok pesantren (ponpes)," kata Kepala BNN Sumenep Bambang Sutrisno, Jumat (20/5/2016).

Bambang menambahkan, program sosialisasi bahaya narkotika sudah dilakukan sejak BNN Sumenep terbantuk yakni sejak tahun 2015. Perogram tersebut dilakukan secara bertahap di berbagai instansi seperti instansi pemerintah, pondok pesantren, maupun di lembaga pendidikan yang ada di Sumenep.

"Dalam sosialisasi itu, kami juga mengajak semua elemen untuk berperan aktif mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika, termasuk mendukung program BNN untuk merehabilitasi korban narkotika," ujarnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa ada dua pondok pesantren yang dilibatkan dalam rehabilitasi korban narkoba. Selain itu juga ada satu rumah sakit yang menjadi mitra kerja BNN. 

"BNN diperkenankan untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain seperti rumah sakit dan pondok pesantren, tentu semuanya harus sesuai dengan ketentuan BNN. Jika memenuhi ketentuan, baru dijadikan mitra. Untuk saat ini baru pemetaan,” pungkasnya.