- - - -
Facebook  Twitter  Google+

03/05/2016

Bupati Sumenep Diminta Merombak Total Managemen PT WUS

lintasmaduranews - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyertaan Modal Kepada PT WUS, Mohammad Yusuf meminta Bupati Sumenep A Busyro Karim untuk melakukan perombakan Managemen PT Wira Usaha Sumekar (WUS). 
 
Permintaan tersebut atas dasar keberadaan PT WUS tidak memberi kontribusi terhadap Anggaran Pendapat Belanja Daerah, sedangkan suntikan bantuan dana dari APBD terus berjalan.
 
”Pemkab Sumenep, dalam hal ini Bupati perlu melakukan perombakan secara total terhadap menagemen PT WUS. Ini penting dilakukan kalau ingin menyelamatkan perusahaan daerah,” kata Yusuf, Selasa (3/5/2016).
 
Menurutnya, pembenahan Managemen PT WUS wajib hukumnya dilakukan sebab menjadi faktor utama gagalnya BUMD itu memberi sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tidak ada alasan bagi Pemkab untuk tetap mempertahankan personil yang ada di PT WUS.
 
Menurut Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ini, seharusnya orang-orang yang berada di PT WUS Sumenep memiliki kompentensi untuk bergerak dalam bidang BUMD di Sumenep. Bupati selaku penentu kebijakan hendaknya tidak memaksakan orang yang kurang berkompeten mengelola PT WUS.
 
Apalagi, selama ini, PT WUS menjadi salah satu biang dari kegagalan Pemkab mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. 
 
”Saya tidak habis pikir, kenapa Bupati masih tetap mempertahankan personil yang ada di PT WUS. Jangan karena teman atau berjasa pada proses pemenangannya di Pilkada, lalu tidak ingin mengganti. Inikan tidak profesional,” tandasnya.
 
Yusuf yang juga Anggota Komisi III DPRD Sumenep ini menegaskan, kondisi PT WUS yang tidak memberi kontribusi ke PAD dengan alasan merugi sangat tidak masuk akal. Apalagi usaha yang dijalankan adalah SPBU. 
 
”Saya pikir perlu dibuka ke publik mengenai pengelolaan keuangan PT WUS. Publik perlu tahu dikemanaka penyertaan modal, bahkan penambahannya yang dikucurkan oleh APBD,” kata Yusuf.
 
Sementara itu, Direktur PT WUS, Sitrul Arsy ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya belum bisa dikonfirmasi. Namun, pada kesempatan sebelumnya Sitrul menyatakan salah satu kendala perusahaan yang dipimpinnya tidak mendapat hasil yaitu persaingan bisnis.
 
”Jadi yang namanya bisnis persaingan usaha menjadi salah satu kendalanya. Apalagi, saat ini, sudah berkembang banyak pertamini,” terang Sitrul. (rri)